Pulang kampung
assalamualaikum wr. wb.
ketemu lagi dengan saya ustad jumadi yang pastinya di ceramah uju kali ini sayakan akan mencermah tentang pulang kampung, nah siapa tahun ini yang pulang kampung ( " gak ada unag pak, tahun depan saja "). yang gak pulang kampung gak apa - apa, yang penting sabar. baik langsung saja di ceramah uju ( tempat berceramah ... )
*Kita di Batam ini adalah
perantau yang dating dari berbagai daerah, ada yang dari jawa, dari medan,
padang, Kalimantan dlsb, dan orang yang merantau pasti ada kerinduan ingin
pulang melihat kampong halaman, berkumpul dengan keluarga sambil mengenag
masa-masa susah dan senang dahulu bersama keluarga. *Demikian juga kita hidup
didunia ini adalah merantau. Dan orang yang merantau pasti pulang, atau dengan
kata lain semua yang hidup akan mengalami kematian dan pada akhirnya
kita akan berjumpa dengan Allah swt Tuhan yang Maha Kuasa. Allah swt Berfirman:
“Yaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa rabbika kad han famulaaqiih”.
Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju
Tuhannmu, maka pasti kamu akan menemuinya. (QS.A-Insyiqaaq 84: 6)
“Kullu
nafsin dzaa iqatul maut, tsumma ilainaa turja’uun.”
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-Ankabut [29]:57
AINA MAA TAKUUNUU YAD RIKKUMUL MAUTU WALAU
KUNTUM FII BURUU JIM MUSAYYA DAH
Di mana saja kamu
berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang
tinggi lagi kokoh, 4:78
Hidup di dunia bagaikan hanya mampir ngobe istilah orang jawa. Singgah
sejenak makan minum lalu melanjutkan perjalanan lagi betapa cepatnya kehidupan
dunia itu. dan kehidupan akherat itulah kehidupan sebenarnya, kekal
abadi …..maka jangan terpedaya dengan keindahan kehidupan dunia.
Dan tiadalah
kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468].
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih
baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?6:32
lalu bekal apa yang kita siapkan
untuk bertemu Allah?
Apa bekal kita menuju kematian Allah
swt berfirman :
“Qul innamaa anaa, basya rum mits lukum yuu khaa ilayya
anna maa ilaahukum ilaa huwaa hid, fa mankaana yarjuu liqaa’a rabbihi fal
ya’mal amalan shoolihan, walaa yusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaknya ia
mengerjakan amal, amal yang shaleh.
Dan jangan ia menyekutukan seorangpun
dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf 18: 110)
Bekal kita menuju
Allah swt :
1. Amal sholeh, perbuatan, perbuatan
yang baik hidup adalah perbuatan siapa
menanam akan mengetam, siapa menanam akan menuai. Tanamlah yang baik insya
allah kita akan mendapatkan yang baik:
INNALLADZIINA AAMANUU WA ‘AMILUSH
SHOOLIHAATI LAHUM JANNAATUN TAJRII MIN
TAHTIHAL ANHAARU DZAALIKAL FAUZUL KABIIR.
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surge
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.85:11
Beramal harus
berdasarkan keimanan kepada Allah dengan mengharap balasan pahala disisinya,
niscaya amal kebaikan kita itu abadi dapat kita jumpai kelak di akherat.
2. Jangan menyekutukan Allah, menyamakan
Allah dengan makhluknya. Yakinlah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah
berfirman:
Maa ittakhadzaallaahu
min waladin---wamaa kaana ma'ahu min ilaahin---idzan
ladza haba kullu ilaahin bimaa khalaqa---wala'alaa ba'dhuhum
'alaaba'dhin--- subhaanaallaahi 'ammaa yashifuuna
Allah sekali-kali
tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya,
kalau ada tuhan beserta-Nya,
masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian
dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah
dari apa yang mereka sifatkan itu, Al Mukminun 23:91
Seseorang yang
mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah maka pasti masuk surga. Rasulullah
saw bersabda :
Wa‘an jaabirin ra. Qaala : Jaa-a a’rabitun ilannabiyyi saw faqaala: yaa Rasuulullah malmuuji bataani?
Qaala: man maata laayusriku billaahi syaian dakhalal jannah, waman maata yusriku
bihi syaian da khalannaar.
Dari Jabir ra., ia berkata : “Seorang Badui datang kepada Nabi
saw dan bertanya : “Apakah dua hal yang sudah pasti itu?” Beliau menjawab:
“Siapa saja meninggal dunia sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu,
maka ia masuk surga. Dan siapa saja yang mininggal dunia sedang
ia menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka.”
(Hr. Muslim) RS1: 408
Yang hidup pasti
akan mati meninggalkan kita semua, keluarga yang di cintai anak & istri,
dan juga harta benda yang selama ini kita kumpulkan. Kampung akherat lebih baik
bagi orang-orang yang bertaqwa.
***************************************************************************
Mari kita berdo’a
Ya Tuhan kami,
limpahkanlah kesabaran kepada kami
dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".7:126
Ya Allah jadikanlah amal kami yang terbaik adalah pada saat
akhir usia kami dan jadikanlah pertemuan kami yang terindah adalah pada saat
kami menemui-Mu kelak. Amin
Sekiranya ada di
langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu
telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang
mereka sifatkan.21:22

0 komentar:
Posting Komentar