Senin, 16 September 2013

Filled Under:

Pulang kampung

Pulang kampung
assalamualaikum wr. wb.

     ketemu lagi dengan saya ustad jumadi yang pastinya di ceramah uju kali ini sayakan akan mencermah tentang pulang kampung, nah siapa tahun ini yang pulang kampung ( " gak ada unag pak, tahun depan saja "). yang gak pulang kampung gak apa - apa, yang penting sabar. baik langsung saja di ceramah uju ( tempat berceramah ... )
     *Kita di Batam ini adalah perantau yang dating dari berbagai daerah, ada yang dari jawa, dari medan, padang, Kalimantan dlsb, dan orang yang merantau pasti ada kerinduan ingin pulang melihat kampong halaman, berkumpul dengan keluarga sambil mengenag masa-masa susah dan senang dahulu bersama keluarga. *Demikian juga kita hidup didunia ini adalah merantau. Dan orang yang merantau pasti pulang, atau dengan kata lain semua yang hidup akan mengalami kematian dan pada akhirnya kita akan berjumpa dengan Allah swt Tuhan yang Maha Kuasa. Allah swt Berfirman:
“Yaa ayyuhal insaanu innaka kaadihun ilaa rabbika kad han famulaaqiih”.
Hai manusia sesungguhnya kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Tuhannmu, maka pasti kamu akan menemuinya. (QS.A-Insyiqaaq 84: 6)
“Kullu nafsin dzaa iqatul maut, tsumma ilainaa turja’uun.”
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-Ankabut [29]:57
AINA MAA TAKUUNUU YAD RIKKUMUL MAUTU WALAU KUNTUM FII BURUU JIM MUSAYYA DAH
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, 4:78
Hidup di dunia bagaikan hanya mampir ngobe istilah orang jawa. Singgah sejenak makan minum lalu melanjutkan perjalanan lagi betapa cepatnya kehidupan dunia itu. dan kehidupan akherat itulah kehidupan sebenarnya, kekal



 abadi …..maka jangan terpedaya dengan keindahan kehidupan dunia.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?6:32
lalu bekal apa yang kita siapkan untuk bertemu Allah?
Apa bekal kita menuju kematian Allah swt berfirman :
“Qul innamaa  anaa, basya rum mits lukum yuu khaa ilayya anna maa ilaahukum ilaa huwaa hid, fa mankaana yarjuu liqaa’a rabbihi fal ya’mal amalan shoolihan, walaa yusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaknya ia mengerjakan amal, amal yang shaleh. Dan jangan ia menyekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf 18: 110)
Bekal kita menuju Allah swt :
1. Amal sholeh, perbuatan, perbuatan yang baik  hidup adalah perbuatan siapa menanam akan mengetam, siapa menanam akan menuai. Tanamlah yang baik insya allah kita akan mendapatkan yang baik:
INNALLADZIINA AAMANUU WA ‘AMILUSH SHOOLIHAATI  LAHUM JANNAATUN TAJRII MIN TAHTIHAL ANHAARU DZAALIKAL FAUZUL KABIIR.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.85:11



Beramal harus berdasarkan keimanan kepada Allah dengan mengharap balasan pahala disisinya, niscaya amal kebaikan kita itu abadi dapat kita jumpai kelak di akherat.
2. Jangan menyekutukan Allah, menyamakan Allah dengan makhluknya. Yakinlah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah berfirman:
Maa ittakhadzaallaahu min waladin---wamaa kaana ma'ahu min ilaahin---idzan ladza haba kullu ilaahin bimaa khalaqa---wala'alaa ba'dhuhum 'alaaba'dhin--- subhaanaallaahi 'ammaa yashifuuna
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, Al Mukminun 23:91
Seseorang yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah maka pasti masuk surga. Rasulullah saw bersabda :
Wa‘an jaabirin ra. Qaala : Jaa-a a’rabitun ilannabiyyi  saw faqaala: yaa Rasuulullah malmuuji bataani? Qaala: man maata laayusriku billaahi syaian dakhalal jannah, waman maata yusriku bihi syaian da khalannaar.
Dari Jabir ra., ia berkata : “Seorang Badui datang kepada Nabi saw dan bertanya : “Apakah dua hal yang sudah pasti itu?” Beliau menjawab: “Siapa saja meninggal dunia sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk surga. Dan siapa saja yang mininggal dunia sedang



 ia menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka.” (Hr. Muslim) RS1: 408
Yang hidup pasti akan mati meninggalkan kita semua, keluarga yang di cintai anak & istri, dan juga harta benda yang selama ini kita kumpulkan. Kampung akherat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa.
***************************************************************************
Mari kita berdo’a
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".7:126
Ya Allah jadikanlah amal kami yang terbaik adalah pada saat akhir usia kami dan jadikanlah pertemuan kami yang terindah adalah pada saat kami menemui-Mu kelak. Amin

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.21:22

0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).