Minggu, 13 Oktober 2013

Filled Under:

KEMBALI KEPADA ALLAH SWT

KEMBALI KEPADA ALLAH SWT
 assalamualaikum wr. wb.
           aduh maafkan ustad, kemarin ustad tidak sempat ceramah nah kali ini ustad akan menyempatkan ceramah di ceramah uju ( tempat berceramah ). kali ini ustad akan menceramahkan yang berjudul kembali kepada allah swt, dari pada ngomong yang aneh-aneh mendingan baca ceramah di ceramah uju. Oke kita mulai dengan membaca basmalah ( bismillahirrahmanirrahim )
Dimasa yang serba susah sekarang ini. Di mana krisis melanda dunia banyaknya PHK dan pengangguran. Manusia menjadi goyah keyakinannya. Banyak di antara kita manusia yang tidak lagi percaya kepada tutuntunan agama, tidak lagi percya kepada Allah dan rasulnya, kalaupun ada sangat tipis sekali, sehingga belum mampu menjadi pendorong untuk berbuat amal kebaikan, belum mampu menggerakkan hati  untuk mewujudkan kebaikan dalam perbuatan. Manusia akhir akhir ini lebih percaya kepada pablik figure/ artis, lebih percaya kepada dukun ataupun paranormal begitu hebatnya dukun dan para normal itu sehingga ia tahu nasib baik/buruk, masa depan, karir seseorang, “anda tidak cocok menjadi buruh bangunan tetapi anda lebih cocok menjadi pedagang “ 
Nabi Muhammad sendiri manusia yang paling dekat dengan Allah swt. Tidak mengetahui hal-hal yang ghoib sebagai mana Allah berfirman :
katakanlah,”Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang di kehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghoib, tentulah aku mebuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan di timpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Al-A’raf : 188).

Katakanlah, “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan di bangkitkan. (Qs. An-naml : 65).
Ada juga suatu kaum yang mengajak do’a bersama katanya, mampu mengobati yang lumpuh bisa berjalan, yang tuli bisa mendengar, yang buta bisa melihat



Manusia sekarang lebih percaya pada bacaan mantra dari pada bacaan do’a-do’a yang di ajarkan oleh Allah dan rasulnya
Ini adalah merupakan upaya-upaya pendangkalan aqidah bagi umat islam.
Sehingga bagi kaum muslim hendaknya lebih percaya kepada Allah dan ajaran Rosulullah. Jangan mencari pelindung-pelindung selain Allah karena mencari pelindung-pelindung kepada selain Allah adalah merupakan tempat yang paling rapuh untuk berlindung, sebagaimana Allah berfirman.
Perumpamaan orang –orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. ( Qs. Al-Ankabut 29-41)
Sarang laba-laba adalah tempat perlindungan yang paling rapuh. Demikian Allah memberi sebuah perumpamaan agar manusia berfikir.
Jika demikian Akankah kita meminta perlindungan kepada selain Allah ? tentu tidak.
Memang boleh saja seseorang meminta bantuan kepada selain Allah, tetapi ia harus menyadari bahwa, pada hakekatnya pihak yang di mintai bantuan /perlindungan itu hanyalah sebagai sebab atau sarana yang diciptakan Allah untuk membantu/melindunginya. Dalam konteks ini Ibnu Abbas menceritakan :
“Suatu ketika aku berajalan di belakang nabi saw. Lalu beliau berkata kepadaku “Peliharalah tuntunan Allah niscaya Allah akan memeliharamu, peliharalah tuntunan Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya selalu di hadapanmu, apabila engkau bermohon, mohonlah kepada Allah, apabila engkau meminta bantuan mintalah bantuan kepada Allah, ketahuilah “Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak



akan mampu memberikannya kepadamu kecuali sekedar apa yang telah di tetapkan Allah bagimu, dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan kepadamu suatu bahaya, mereka tidak akan mampu menimpakannya kepadamu kecuali apa yang telah di tetapkan  Allah kepadamu.  Pena telah di angkat dan lembaran telah kering. ( Hr. Tirmidzi ).

Bani Israil berkata, “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala).” Sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala).” Musa menjawab, “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak megetahui (sifat-sifat Tuhan).” (Qs. Al-A’raf : 138)
Musa menjawab,”Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dia-lah yang melebihkan kamu atas segala umat. (Qs. Al-A’raf : 140)
Allah swt. Menggambarkan ketidak mampuan, kelemahan makhluk yang di jadikan sembahan-sembahan mereka.
“Hai manusia telah di buat perumpamaan maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu, sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu, amat lemah yang menyembah dan amat lemah pulalah yang di sembah, amat lemah yang merampas (lalat) dan amat lemah pulalah yang merebut (manusia) (Qs- Al-Hajj 22:73)
Sungguh manusia adalah orang-orang yang butuh kepada Allah. dan Allah tidak butuh kita manusia.
Sebagaimana Firmannya:
“Wahai seluruh manusia, kamu adalah orang-orang yang butuh kepada Allah dan Allah adalah Maha kaya (tidak butuh), lagi maha terpuji (Qs. Al-Fatir : 15)



namun dengan berbagai kemegahan manusia menyombongkan diri terhadap Allah, padahal Dia yang melindungi manusia di tempat tidurnya.
Telah terjadi berita besar antara Allah, jin, dan manusia bahwa Allah yang menciptakan, namun selain Allah yang di sembah.
Allahlah yang memberi rizki, namun selainnya yang di syukuri.
Kebaikan Allah senantiasa turun kepada manusia, tetapi kejahatan balasan yang di berikan.
Allah mencintai manusia dengan memberikan nkmat-nikmatnya padahal Dia tidak membutuhkan manusia, tetapi manusia memancing kemurkaan Allah dengan berbagai kemaksiatan-padahal manusia yang paling butuh kepada Allah.
Sungguh aneh kita megetahui sesuatu, tetapi  tidak mencintainya. Kita mendengar seruan-Nya, namun tidak segera menyambutnya.
Kita mengetahui betapa besar keuntungan bila akrab dengan-Nya, tetapi kita tidak melakukannya.
Suatu hal yang aneh, kita mengetahui bahaya dendam, namun kita melampiaskannya, tidak mengendalikannya, kita merasakan pedihnya, kepersangan jiwa karena maksiat, namun kita tidak mencari ketenangan dengan mentaatin-Nya.
Kita merasa sempit dada saat bibir basah dengan menyebut-nyebut makhluk, tetapi kita tidak segera bergegas menyebut, mengingat Allah dan bermunajat kepada-Nya agar dada kita kembali lega.
Kita merasa tersiksa kala hati tertambat dengan persoalan dunia,  namun tidak mau meninggalkannya dan kembali kepada Allah.
Dan yang lebih aneh lagi dari semua itu adalah kita mengetahui bahwa kita sangat membutuhkan Allah, tetapi kita justru berpaling dan menjauh dari-Nya.




Allah tetap Tuhan, tetap Raja, Tetap berkuasa sekalipun seluruh manusia tidak menyembahnya. Kekuasaannya tidak di pengaruhi oleh dukungan manusia. Berbeda jauh dengan kekuasaan manusia sangat membutuhkan dukungan manusia, makanya ketika manusia ingin bekuasa ingin duduk sebagai anggota dewan ataupun sebagai penguasa pemerintahan harus berusaha keras mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

Kini saatnya kita kembali kepada Allah
Katakanlah,”Jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyanyang.
Katakanlah,”Taatilah Allah dan rasulnya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.
(Qs.Al-Imran : 31-32)

Yakinlah bahwa tiddak ada Tuhan selain Allah
Laqad kafarallziina qaaluu innaallaaha huwal masiihub-nu
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putra maryam”. (Qs. Al-Maidah : 17)

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha suci Allah yang Mempunyai Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan. (Qs. Al-Anbiya’ : 22)


Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang di ciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.




(Qs. Al-Mukminun:91)
semoga ceramah saya mudah di pahami dan semoga kalian yang membaca selalu membaca tentang islam kalau gak ada buku tentang islam bacalah di ceramah uju.
wassalamualaikum wr. wb.

0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).