KEMBALI KEPADA ALLAH SWT
Dimasa yang serba susah
sekarang ini. Di mana krisis melanda dunia banyaknya PHK dan pengangguran.
Manusia menjadi goyah keyakinannya. Banyak di antara kita manusia yang tidak
lagi percaya kepada tutuntunan agama, tidak lagi percya kepada Allah dan
rasulnya, kalaupun ada sangat tipis sekali, sehingga belum mampu menjadi
pendorong untuk berbuat amal kebaikan, belum mampu menggerakkan hati untuk mewujudkan kebaikan dalam perbuatan.
Manusia akhir akhir ini lebih percaya kepada pablik figure/ artis, lebih
percaya kepada dukun ataupun paranormal begitu hebatnya dukun dan para normal
itu sehingga ia tahu nasib baik/buruk, masa depan, karir seseorang, “anda
tidak cocok menjadi buruh bangunan tetapi anda lebih cocok menjadi pedagang
“
Nabi Muhammad sendiri manusia
yang paling dekat dengan Allah swt. Tidak mengetahui hal-hal yang ghoib sebagai
mana Allah berfirman :
katakanlah,”Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan
tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang di kehendaki Allah. Dan sekiranya
aku mengetahui yang ghoib, tentulah aku mebuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan
aku tidak akan di timpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi
peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Qs.
Al-A’raf : 188).
Katakanlah, “Tidak ada seorangpun
di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan
mereka tidak mengetahui bila mereka akan di bangkitkan. (Qs. An-naml : 65).
Manusia sekarang lebih percaya
pada bacaan mantra dari pada bacaan do’a-do’a yang di ajarkan oleh Allah dan
rasulnya
Ini adalah merupakan upaya-upaya pendangkalan aqidah bagi umat
islam.
Sehingga bagi kaum muslim
hendaknya lebih percaya kepada Allah dan ajaran Rosulullah. Jangan mencari
pelindung-pelindung selain Allah karena mencari pelindung-pelindung kepada
selain Allah adalah merupakan tempat yang paling rapuh untuk berlindung,
sebagaimana Allah berfirman.
Perumpamaan orang –orang yang mengambil pelindung-pelindung selain
Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang
paling rapuh adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. ( Qs. Al-Ankabut
29-41)
Sarang laba-laba adalah tempat
perlindungan yang paling rapuh. Demikian Allah memberi sebuah perumpamaan agar
manusia berfikir.
Jika demikian Akankah kita
meminta perlindungan kepada selain Allah ? tentu tidak.
Memang boleh saja
seseorang meminta bantuan kepada selain Allah, tetapi ia harus menyadari bahwa,
pada hakekatnya pihak yang di mintai bantuan /perlindungan itu hanyalah sebagai
sebab atau sarana yang diciptakan Allah untuk membantu/melindunginya. Dalam
konteks ini Ibnu Abbas menceritakan :
“Suatu ketika aku berajalan di belakang nabi saw. Lalu beliau berkata
kepadaku “Peliharalah tuntunan Allah niscaya Allah akan memeliharamu,
peliharalah tuntunan Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya selalu di
hadapanmu, apabila engkau bermohon, mohonlah kepada Allah, apabila engkau
meminta bantuan mintalah bantuan kepada Allah, ketahuilah “Seandainya seluruh
makhluk berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak
akan mampu memberikannya kepadamu kecuali sekedar apa yang telah di
tetapkan Allah bagimu, dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan
kepadamu suatu bahaya, mereka tidak akan mampu menimpakannya kepadamu kecuali
apa yang telah di tetapkan Allah
kepadamu. Pena telah di angkat dan
lembaran telah kering. ( Hr. Tirmidzi ).
Bani Israil berkata, “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah Tuhan
(berhala).” Sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala).” Musa
menjawab, “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak megetahui (sifat-sifat
Tuhan).” (Qs. Al-A’raf : 138)
Musa menjawab,”Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah,
padahal Dia-lah yang melebihkan kamu atas segala umat. (Qs. Al-A’raf : 140)
Allah swt. Menggambarkan ketidak
mampuan, kelemahan makhluk yang di jadikan sembahan-sembahan mereka.
“Hai manusia telah di buat perumpamaan maka dengarkanlah olehmu
perumpamaan itu, sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali
tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk
menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah
mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu, amat lemah yang menyembah dan
amat lemah pulalah yang di sembah, amat lemah yang merampas (lalat) dan amat
lemah pulalah yang merebut (manusia) (Qs- Al-Hajj 22:73)
Sungguh manusia adalah orang-orang yang butuh kepada Allah. dan Allah
tidak butuh kita manusia.
Sebagaimana Firmannya:
“Wahai seluruh manusia, kamu adalah orang-orang yang butuh kepada Allah
dan Allah adalah Maha kaya (tidak butuh), lagi maha terpuji (Qs. Al-Fatir : 15)
namun dengan berbagai kemegahan
manusia menyombongkan diri terhadap Allah, padahal Dia yang melindungi manusia
di tempat tidurnya.
Telah terjadi berita besar antara
Allah, jin, dan manusia bahwa Allah yang menciptakan, namun selain Allah yang
di sembah.
Allahlah yang memberi rizki,
namun selainnya yang di syukuri.
Kebaikan Allah senantiasa turun
kepada manusia, tetapi kejahatan balasan yang di berikan.
Allah mencintai manusia dengan
memberikan nkmat-nikmatnya padahal Dia tidak membutuhkan manusia, tetapi
manusia memancing kemurkaan Allah dengan berbagai kemaksiatan-padahal manusia
yang paling butuh kepada Allah.
Sungguh aneh kita megetahui
sesuatu, tetapi tidak mencintainya. Kita
mendengar seruan-Nya, namun tidak segera menyambutnya.
Kita mengetahui betapa besar
keuntungan bila akrab dengan-Nya, tetapi kita tidak melakukannya.
Suatu hal yang aneh, kita
mengetahui bahaya dendam, namun kita melampiaskannya, tidak mengendalikannya,
kita merasakan pedihnya, kepersangan jiwa karena maksiat, namun kita tidak
mencari ketenangan dengan mentaatin-Nya.
Kita merasa sempit dada saat
bibir basah dengan menyebut-nyebut makhluk, tetapi kita tidak segera bergegas
menyebut, mengingat Allah dan bermunajat kepada-Nya agar dada kita kembali
lega.
Kita merasa tersiksa kala hati
tertambat dengan persoalan dunia, namun
tidak mau meninggalkannya dan kembali kepada Allah.
Dan yang lebih aneh lagi dari
semua itu adalah kita mengetahui bahwa kita sangat membutuhkan Allah, tetapi
kita justru berpaling dan menjauh dari-Nya.
Allah tetap Tuhan, tetap Raja,
Tetap berkuasa sekalipun seluruh manusia tidak menyembahnya. Kekuasaannya tidak
di pengaruhi oleh dukungan manusia. Berbeda jauh dengan kekuasaan manusia
sangat membutuhkan dukungan manusia, makanya ketika manusia ingin bekuasa ingin
duduk sebagai anggota dewan ataupun sebagai penguasa pemerintahan harus
berusaha keras mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
Kini saatnya kita kembali kepada Allah
Katakanlah,”Jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi
maha penyanyang.
Katakanlah,”Taatilah Allah dan rasulnya, jika kamu berpaling maka
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.
(Qs.Al-Imran : 31-32)
Yakinlah bahwa tiddak ada Tuhan selain Allah
Laqad kafarallziina qaaluu
innaallaaha huwal masiihub-nu
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya
Allah itu ialah Al-Masih putra maryam”. (Qs. Al-Maidah : 17)
Sekiranya ada di langit dan di
bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka
Maha suci Allah yang Mempunyai Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan. (Qs.
Al-Anbiya’ : 22)
Allah sekali-kali tidak mempunyai
anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan
beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang di ciptakannya,
dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha
suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.
(Qs. Al-Mukminun:91)
semoga ceramah saya mudah di pahami dan semoga kalian yang membaca selalu membaca tentang islam kalau gak ada buku tentang islam bacalah di ceramah uju.
wassalamualaikum wr. wb.
0 komentar:
Posting Komentar