Tiga
hal yang mengikuti mayit
Seorang sahabat nabi
bertanya, “Kapan datangnya akhir masa (kiamat itu)?” Nabi saw balik bertanya, “Apa yang engkau
siapkan untuk menghadapinya?”
*Bekal
menuju kematian Allah swt berfirman :
“Qul
innamaa anaa, basyarummitslukum yuukhaa ilayya,,, annamaa ilaahukum ilaahuwaa
hid,---famankaana yarjuu liqaa’a rabbihi falya’mal amalan
shoolihan,,,walaayusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhan-nya, maka hendaknya ia mengerjakan amal, amal yang shaleh. Dan jangan
ia menyekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf
18: 110)
Bekal
menuju kematian adalah : Amal, amal yang sholeh, …..dan jangan
menyekutukan Allah dengan apapun dalam beribadah kepadaNya
*Balasan orang yang beriman dan beramal shaleh. Adalah surga
Allah swt berfirman :
INNALLADZIINA
AAMANUU WA ‘AMILUSH SHOOLIHAATI ---LAHUM JANNAATUN TAJRII MIN TAHTIHAL ANHAARU
DZAALIKAL FAUZUL KABIIR.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal
yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah
keberuntungan yang besar. Al Buruj 85:11
*Ada tiga hal yang akan
mengikuti mayit
Rasulullah saw bersabda
‘An anasin ra. ‘an Rasulillah saw qaala
: yatba’ulmayyita tsalaatsatun:
ahluhu, wamaaluhu, wa ‘amaluhu,, fayarji ’utsnaani wayabqa waahidun,, yarji’u ahluhu wamaaluhu,,
wayabqa ‘amaluhu.
Dari
Anas ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Yang mengikuti mayit itu ada
tiga,, yaitu : “Keluarga, harta benda dan amal perbuatannya”. Yang dua
kembali dan yang satu tetap bersamanya; yaitu keluarga dan harta bendanya
kembali, dan amal perbuatannya tetap bersamanya.” (Hr. Bukhari dan Muslim) R1
hal 130
Tiga
hal yang mengikuti mayit itu adalah :
-Keluarga yang mencintainya yang kita khawatir akan
kesejahteraannya, yang kita khawatirkan jika mereka hidup miskin dan sengsara,
tetapi sayang keluarga ini akan kembali lagi dan tidak menemani hingga ke dalam
alam kuburnya.
-Harta
benda, harta benda yang kita cintai,
yang mati-matian kita cari siang jadi malam, malam jadi siang, kepala jadi
kaki, kaki jadi kepala menjadi hak ahli waris yang terkadang menjadi rebutan
ahli waris terkadang menjadi penyebab pertengkaran bahkan sampai pada pembunuhan karena
keserakahan ingin menguasai semua harta warisan.
-amal
perbuatan, amal yang sering kita
abaikan, tidak kita pedulikan malas melakukannya ternyata amal perbuatan inilah
yang akan setia mengikuti dan menemaninya hingga dialam kubur sampai hari pembalasan.
perbuatan baik atau buruk yang dilakukan selama hidup di dunia akan
mengikuti mayit, berbahagialah jika amal
kebaikannya lebih banyak dan celakalah jika perbuatan buruknya lebih banyak
dari kebaikannya.
*Biasanya manusia sangat mencintai Keluarga dan harta,
mati-matian manusia mencari dan mengumpulkan harta untuk keluarganya agar hidup
bahagia dan sejahtera sampai terkadang harus menipu, mencuri ataupun korupsi.
Tetapi sering kali melupakan amal dan malas mengerjakannya. Sehingga setelah
ada tanda-tanda maut barulah menyesalinya.
*Amal yang tiada putus pahala kebaikannya meskipun manusia telah
meninggal dunia sebagaimana
Rasulullah saw bersabda:
Qaala Rasulullah saw: “Idzaa matabnu Aadama inqatha’a ‘amaluhu,
illlaamin tsalaatsin: Shadaqatin Jaariyatin Au ‘imin yuntafa’u bihi au waladin
shaalihin Yad’uulahu”.
Sabda Rasulullah saw : “Apabila telah mati anak Adam
(manusia), maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu sadaqah
jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendo’akan kedua
orang tuanya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Amal yang tiada putus pahala kebaikannya meskipun
pelakunya sedah tiada adalah : Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat
yang diamalkan dan anak yang sholeh hasil didikan orang tua yang shaleh.
ketiganya adalah investasi menguntungkan yang keuntungannya tiada putus pahala
kebaikannya. inilah bekal yang hendaknya mati-matian kita cari, kita lakukan
sebagai bekal menuju kematian menghadap Allah swt.
Jadikanlah masa kelahiranmu engkau menagis dan
orang-orang tertawa tersenyum bahagia, dan jadikanlah masa kematianmu engkau
tersemnyum bahagia dan orang-orang disekelilingmu menangis kehilangan. Karena
kebaikan yang pernah kita lakukan.
Di
Hadis yang lain Rasulullah saw bersabda :
Dari
Rasulullah saw., beliau bersabda : “Ada tiga hal yang mengikuti jenazah, yaitu
: Keluarga, harta dan amalnya. Dua diantaranya akan kembali hanya satu yang
tetap menyertainya; yaitu keluarga dan harta bendanya akan kembali, sedangkan
yang tetap adalah amalnya.” (Hr. Bukhari dan Muslim) R hal 454
0 komentar:
Posting Komentar