Sabtu, 31 Agustus 2013

Tiga hal yang mengikuti mayit

Tiga hal yang mengikuti mayit

Seorang sahabat nabi bertanya, “Kapan datangnya akhir masa (kiamat itu)?”  Nabi saw balik bertanya, “Apa yang engkau siapkan untuk menghadapinya?”
*Bekal menuju kematian Allah swt berfirman :
“Qul innamaa anaa, basyarummitslukum yuukhaa ilayya,,, annamaa ilaahukum ilaahuwaa hid,---famankaana yarjuu liqaa’a rabbihi falya’mal amalan shoolihan,,,walaayusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.

Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaknya ia mengerjakan amal, amal yang shaleh. Dan jangan ia menyekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf 18: 110)
Bekal menuju kematian adalah :  Amal, amal yang sholeh, …..dan jangan menyekutukan Allah dengan apapun dalam beribadah kepadaNya
*Balasan orang yang beriman dan beramal shaleh. Adalah surga
Allah swt berfirman :

INNALLADZIINA AAMANUU WA ‘AMILUSH SHOOLIHAATI ---LAHUM JANNAATUN TAJRII MIN TAHTIHAL ANHAARU DZAALIKAL FAUZUL KABIIR.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. Al Buruj 85:11

*Ada tiga hal yang akan mengikuti mayit
Rasulullah saw bersabda
‘An anasin ra. ‘an Rasulillah saw qaala : yatba’ulmayyita tsalaatsatun: ahluhu, wamaaluhu, wa ‘amaluhu,, fayarji ’utsnaani wayabqa waahidun,, yarji’u ahluhu wamaaluhu,, wayabqa ‘amaluhu.
Dari Anas ra., dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Yang mengikuti mayit itu ada tiga,, yaitu : “Keluarga, harta benda dan amal perbuatannya”. Yang dua kembali dan yang satu tetap bersamanya; yaitu keluarga dan harta bendanya kembali, dan amal perbuatannya tetap bersamanya.” (Hr. Bukhari dan Muslim) R1 hal 130
Tiga hal yang mengikuti mayit itu adalah :
-Keluarga yang mencintainya yang kita khawatir akan kesejahteraannya, yang kita khawatirkan jika mereka hidup miskin dan sengsara, tetapi sayang keluarga ini akan kembali lagi dan tidak menemani hingga ke dalam alam kuburnya.
-Harta benda, harta benda yang kita cintai, yang mati-matian kita cari siang jadi malam, malam jadi siang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala menjadi hak ahli waris yang terkadang menjadi rebutan ahli waris terkadang menjadi penyebab pertengkaran  bahkan sampai pada pembunuhan karena keserakahan ingin menguasai semua harta warisan.
-amal perbuatan, amal yang sering kita abaikan, tidak kita pedulikan malas melakukannya ternyata amal perbuatan inilah yang akan setia mengikuti dan menemaninya hingga dialam kubur sampai hari pembalasan. perbuatan baik atau buruk yang dilakukan selama hidup di dunia akan mengikuti  mayit, berbahagialah jika amal kebaikannya lebih banyak dan celakalah jika perbuatan buruknya lebih banyak dari kebaikannya.

*Biasanya manusia sangat mencintai Keluarga dan harta, mati-matian manusia mencari dan mengumpulkan harta untuk keluarganya agar hidup bahagia dan sejahtera sampai terkadang harus menipu, mencuri ataupun korupsi. Tetapi sering kali melupakan amal dan malas mengerjakannya. Sehingga setelah ada tanda-tanda maut barulah menyesalinya.  

*Amal yang tiada putus pahala kebaikannya meskipun manusia telah meninggal dunia sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
 Qaala Rasulullah saw: “Idzaa matabnu Aadama inqatha’a ‘amaluhu, illlaamin tsalaatsin: Shadaqatin Jaariyatin Au ‘imin yuntafa’u bihi au waladin shaalihin Yad’uulahu”.
Sabda Rasulullah saw : “Apabila telah mati anak Adam (manusia), maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu sadaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendo’akan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Amal yang tiada putus pahala kebaikannya meskipun pelakunya sedah tiada adalah : Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat yang diamalkan dan anak yang sholeh hasil didikan orang tua yang shaleh. ketiganya adalah investasi menguntungkan yang keuntungannya tiada putus pahala kebaikannya. inilah bekal yang hendaknya mati-matian kita cari, kita lakukan sebagai bekal menuju kematian menghadap Allah swt.
Jadikanlah masa kelahiranmu engkau menagis dan orang-orang tertawa tersenyum bahagia, dan jadikanlah masa kematianmu engkau tersemnyum bahagia dan orang-orang disekelilingmu menangis kehilangan. Karena kebaikan yang pernah kita lakukan.

Di Hadis yang lain Rasulullah saw bersabda :
Dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Ada tiga hal yang mengikuti jenazah, yaitu : Keluarga, harta dan amalnya. Dua diantaranya akan kembali hanya satu yang tetap menyertainya; yaitu keluarga dan harta bendanya akan kembali, sedangkan yang tetap adalah amalnya.” (Hr. Bukhari dan Muslim) R hal 454



0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).