BERBAIK
SANGKA KEPADA ALLAH
oke hari ini jam ini menit ini detik ini kita bertemu lagi di ceramah uju ( ustad jumadi ). kita mulai aja di TKP,
oh sorry maaf karna saya kebanyaka nonton OVJ jadi TKP harusnya kita mulai saja di ceramah uju ... tempat berceramah.
Kita manusia seringkali su ‘udzan
berburuk sangka kepada Allah swt. Membandingkan dengan orang lain, _orang
lain diberi rezeki banyak, dia merasa hidup paling susah, _orang lain
diberi kemudahan kesehatan dia merasa hidupnya selalu sulit, sempit sering
sakit. _Bahkan orang kafir dicukupi kebutuhannya, diberi kekayaan rezeki
melimpah, dia merasa hidup paling susah miskin sengsara dan menderita. _Sehingga
ia menyangka Allah tidak adil,, masak saya yang rajin shalat….hidup susah
sementara orang kafir…justru hidup senang…..
Agar kita
dapat berbaik sangka kepada Allah maka, kita harus menyakini bahwa:
1*hidup adalah cobaan. Baik
buruk, bahagia sengsara, adalah cobaan dari Allah swt.
Manis jangan langsung
ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan.
Jika kita hidup susah sengsara atau
menderita itu bisa jadi karena Allah swt sayang kepada kita. Karena jika Allah
ingin menjadikan seseorang menjadi baik maka akan diberikan cobaan kepadanya,
sehingga kebaikannya benar-benar telah teruji, jangan mengaku baik jika kita
belum mendapat ujian.
Rasulullah saw
bersabda: Qaala rosuulullah saw.
“ Manyuridillaahu
bihi khairon yushib-minhu”. Rasulullah
saw bersabda “Siapa saja yang di
kehendaki Allah menjadi orang baik, maka di berikan cobaan
kepadanya.(Hr.Bukhari)
Jika hidup dalam kesusahan, kesengsaraan
dan penderitaan ia tetap berbuat baik mau beramal shaleh tetap beriman kepada
Allah maka ia benar-benar orang yang baik.
2*Manusia yang butuh kepada Allah swt.
Yaa ayyuhannaasu antumul fuqaraa-u ilallaah, ---wallaahu huwal ghaniyyul hamiid.
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; --
dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi MahaTerpuji.
(Al-Fatir35:15)
Jangan marah jika
orang kafir hidup enak kaya harta berlimpah karena memang, dunia ini merupakan
surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang yang beriman, jangan bandingkan
kehidupan kita dengan kehidupan mereka yang tidak mengenal halal haram. Karena
kita yang butuh kepada Allah maka kita harus pertahankan keimanan, kita yang
butuh kepada Allah jangan berhenti berbuat kebaikan, menjauh kepada Allah
justru akan membuat hidup kita sengsara dunia akherat. Maka istiqamah pertahankan
aqidah dan tetap berbuat baik dalam keadaan bagaimanapun lapang atau sempit,
sehat atau sakit, Allah ghayatuna Allah tujuan hidup kita.
Innaalladziina qaaluu rabbunaaallaahu
tsumma istaqaamuu ,,, falaa khawfun 'alayhim walaa hum yahzanuun
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",
Kemudian mereka tetap istiqamah[1388]
(teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh). Maka tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersedih hati. Al-Ahqaf 46:13
3*Kehendak Allah pasti terjadi
Kafir atau muslim jika Allah berkehendak ia
menjadi kaya maka ia akan kaya, tetapi kekayaan orang kafir hanya didunia ini
tidak bermanfaat nanti diakerat.
Maasyaa Allaahukaana wamaa lam yasya’ lam yakun laahaula walaaquwwata illaabillaahi.“Apa
yang di kehendakiNya terjadi, dan apa yang tidak di kehendakinya tidak akan terjadi;
tidak ada daya ( untuk memperoleh manfaat) tidak pula kekuatan (untuk menolak mudharat)
kecuali bersumber dari Allah swt.”
Jangan terkecoh dengan kebahagiaan semu
orang kafir mereka hidup enak kaya banyak harta, lalu kita ikuti jalan mereka
dan menjadi kafir Menghalalkan segala cara untuk mendapat harta bahkan dengan menggadaikan aqidah keimanan kita. Hidup ini
ujian kita harus sabar menghadapinya
Yakinlah bahwa pederitaan kita akan berakhir, sakit akan sembuh,
kesengsaraan akan berbuah kebahagiaan “sengsara membawa nikmat” jika
kita tetap istiqamah berpegang teguh pada keyakian dan keimanan kita.
*Jika Allah akan mengangkat derajat kita itu
mudah, jika Allah akan menjadikan kita kaya itupun sangat mudah karena jika
Allah menghendaki sesuatu maka hanya dengan berkata kun jadilah, fayakuun
maka jadilah ia
* hanya dengan kata sederhana “Demi Tuhaaan”
Atau
*saudara-saudara masih bersama saya jrmi
teti, dibogo gor gor…
*Berbaiksangka kepada Allah, anaa ‘inda zhanni ‘abdii “Aku selalu mengikuti sanggkaan hambaKu,” kita
menyangka baik hasilnya akan baik, sebaliknya jika kita berprasangka buruk maka
hasilnya akan buruk juga.
Jika hidup kita susah oo… mungkin Allah
sedang memberi ujian , jika sakit oo… Allah akan mengurangi/menggugurkan
dosa-dosa,
*Ikutlah berbahagia jika orang lain bahagia
Tetangga beli mobil al hamdulillah mudah
mudahan nanti bisa pinjam,
Digunjingkan orang keburukan kita
Alhamdulillah dosa-dosa berkurang
*Terus berpikir positif, insyaallah hasilnya
juga akan positif/baik
Berpikir
negatif hanya akan menumbuhkan keresahan, -hati menjadi tidak tenang, -hidup
penuh kecurigaan -timbul penyakit hati iri, dengki “susah melihat orang lain
senang dan senang melihat orang lain susah.
*berbaik sangka kepada Allah
insyaallah hati menjadi tenang, hidup penuh harapan dan keberkahan, berpikir
positip hasilnya akan positip, badan menjadi sehat, jauh dari penyakit.
*Seorang hamba Allah yang banyak dosa
masih ada harapan dosa-dosanya diampuni oleh Allah swt, kita tidak boleh
berputus asa. Jika kita mau bertaubat pasti Allah akan mengampuni dosa-dosa
kita. Allah berfirman :
qul
yaa 'ibaadiyalladziina asrafuu 'alaa
anfusihim,,, laa taqnathuu min rahmatillaahi,,,
inna allaaha yaghfirudzdzunuuba
jamii'an,,, innahu huwal ghafuurur rahiim.
Katakanlah:
"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314]
semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Az-Zumar 39:53.
*Orang
yang berputus asa dari rahmat Allah,
dari ampunan Allah adalah orang yang sesat ia adalah orang kafir.
walaa tay-asuu min rawhi
allaahi,,, innahu laa
yay-asu min rawhi allaahi,,, illaa alqawmu alkaafiruuna
dan jangan kamu
berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat
Allah, melainkan kaum yang kafir." Yusuf 12:87.
*maka
janganlah kita berputus asa
Janganlah
kita berpikiran negatif kepada Allah, jangan berburuk sangka kepada Allah jika
kita dalam kesulitan, kemiskinan, kesusahan, dengan menyangka bahwa Allah tidak
adil, tidak sayang pada hambanya. Orang kafir diberi rizki melimpah ruah tidak
kekurangan. sementara kita orang beriman hidup dalam kesusahan, padahal kita
menyembah kepada Allah. Berpikir negatif hanya akan menumbuhkan keresahan,
-hati menjadi tidak tenang, -hidup penuh kecurigaan -timbul penyakit hati iri,
dengki
*tetapi
berbaik sangkalah kepada Allah agar hati menjadi tenang, hidup penuh harapan
dan keberkahan, berpikir positip menjadikan badan menjadi sehat, berpikir
positif baik hasilnya juga akan baik. Allah itu sesuai dengan sanggkaan
hambanya kepada-Nya, kita menyangka baik hasilnya akan baik sebaliknya jika
kita berprasangka buruk maka hasilnya akan buruk juga. Rasulullah saw bersabda
:
hadiits
Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah
taala berfirman : anaa ‘inda zhanni ‘abdii bii Aku selalu mengikuti
sanggkaan hambaKu, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii dan aku selalu
membantunya selama ia ingat kepada-Ku, fain dzakaranii fii nafsihi jika
ia ingat pada-Ku dalam hatinya, dzakartuhu fii nafsii Aku ingat padanya
dalam diriKu, Wa in dzakaranii fii malaa-in dan jika ia ingat pada-Ku
ditengah-tengah orang banyak, dzakartuhu fii mala-in khairin minhum Aku
ingat padanya dihadapan Malaikat yang jauh lebih baik dari masyarakatnya. Wa
in taqarraba ilayya bisyibrin Dan jika ia mendekat kepadaKu taqarrabtu
ilaihi dziraa’an maka Aku akan mendekat kepadany sehasta, Wa in
taqarraba ilayya dziraa’an dan jika ia mendekat padaKu sehasta, taqarrabtu
ilaihi baa’an Aku mendekat kepadanya sedepa, Wa in ataanii yamsyii
ataituhu harwalatan. dan bila ia
datang kepadaKu berjalan maka Aku datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim).
BM 954
*buruk
sangka kepada Allah menjadikan hati tidak tenang, hidup penuh kecurigaan
timbul
penyakit hati iri, dengki,, senang melihat orang lain susah dan susah melihat
orang lain senang.
*bersangka
baiklah kepada Allah niscaya kita mendapatkan ketenangan hati, optimis penuh
harapan kepada Allah dan mendapatkan
keberkahan hidup
tuhanku
ampunkanlah segala dosaku…
tuhanku
maafkanlah segala ke khilafanku..
kusering
melanggar perintahmu baik sadar ataupun tidak
pagiku
ingat siangku alpa begitulah sifat diriku
oh
Tuhanku kau bimbinglah diri ini
aku
lemah aku jahil tanpa bimbingan darimu..
kau
pengampun kau penyayang kau pengasih kepada hamba-hambamu…
selangkahku
kepadamu seribu langkah kau padaku
tuhan
diri ini tidak layak kesurgamu…
namun
tidak pula aku sanggup kenerakamu…
‘An Abi Hurairata ra., ‘Aninnabiyyi saw
an-nahu qaala: qaalallahu ta’aala ‘azza wajalla : a naa ‘inda zhanni ‘abdi bi wa anaa ma’ahu haitsu yadzkurunii, wallaahi lallaahu afrahu bitaubati ‘abdihi
min ahadikum yajidu dhaallatahu bilfalaati, wa man taqarraba ilayya syibran
taqarrabtu ilaihi dziraa ‘an, wa mantaqarraba ilayya dziraa’an taqarrabtu
ilaihi baa ‘an, wa idzaa aqbala ilayya yamsyii aqbaltu ilaihi uharwilu.
Dari
Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah Azza wa Jalla
berfirman : anaa ‘inda zhanni ‘abdi bi “Aku menurut sangkaan hamba-Ku” wa
anaa ma’ahu haitsu yadzkurunii dan Aku senantiasa bersamanya selama ia
mengingat Aku. wallaahi lallaahu afrahu bitaubati ‘abdihi Demi Allah,
Allah lebih senang menerima tobat hambaNya min ahadikum yajidu dhaallatahu
bilfalaati melebihi senangnya seseorang diantara kalian yang menemukan
kembali barangnya yang telah hilang di tengah padang pasir. wa man taqarraba
ilayya syibran Siapa saja yang mendekat kepadaKu sejengkal, taqarrabtu
ilaihi dziraa ‘an, maka aku mendekat kepadanya sehasta, wa mantaqarraba
ilayya dziraa’an dan siapa saja yang mendekat kepada-Ku sehasta taqarrabtu
ilaihi baa ‘an maka Aku mendekat kepadanya sedepa, wa idzaa aqbala
ilayya yamsyii aqbaltu ilaihi uharwilu. dan apabila ia datang kepadaKu
dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.” (Hr Bukhari dan
Muslim) R 435
Wa ‘an jaabirin ibni ‘abdillaahi ra.,
annahu sami ‘annabiyya saw, qabla mautihi bitsalaatsati ayyaamin yaquulu : laa
yamuutanna ahadukum illaa wahuwa yuhsinuzh-zhanna billaahi ‘azza wajalla
Dari
Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : Saya mendengar Nabi saw bersabda sebelum
tiga hari kemudian beliau meninggal: laa yamuutanna ahadukum “Jangan
sekali-kali salah seorang diantara kamu mati, illaa wahuwa yuhsinuzh-zhanna
billaahi ‘azza wajalla kecuali ia
berbaik sangka kepada Allah Azza wa Jalla.” (Hr Muslim) R 436
Wa ‘an Anasin ra., qaala : sami’tu
Rasulullaahi saw., yaquulu : qaalallaahu Ta’aala: Yaa ibna Aadama innakamaa da
autanii warajuu tanii ghafartulaka ‘alaa maakaana minka wlaa abaalii Yaa ibna
Aadama lau balaghat zhunuu baka ‘anaa nassamaa-i tsumms taghfartanii
ghafartulaka, Yaa ibna Aadama innaka lau ataitanii biquraabil ardhi khuthaayaa
tsumma laqiitanii laa tusyrikubii syai-an laatayatuka biquraabihaa maghfirah.
Dari
Anas ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah Ta’ala
berfirman : Yaa ibna Aadama innakamaa da autanii warajuu tanii ghafartulaka
‘alaa maakaana minka walaa ubaalii “Hai anak Adam, selama kamu berdo’a dan
berharap kepada-Ku, pasti Aku ampuni dosa yang telah kamu perbuat, dan Aku
tidak peduli berapapun banyaknya.
Yaa
ibna Aadama lau balaghat dzunuu baka ‘anaa nassamaa-i tsumms taghfartanii
ghafartulaka, Hai anak Adam, andaikan
dosa-dosamu bagaikan awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepadaKu,
pasti Aku mengampunimu.
Yaa
ibna Aadama innaka lau ataitanii biquraabil ardhi khuthaayaa Hai anak Adam sesungguhnya andaikan kamu datang
kepadaKu dengan membawa dosa seisi bumi, tsumma laqiitanii laa tusyrikubii
syai-an laatayatuka biquraabihaa maghfirah.
kemudian
kamu menghadap Aku sedangkan kamu tidak menyekutukan Aku, Aku akan mengampuni
dosa yang seisi bumi banyaknya itu.” (Hr Tirmidzi)
hadiits
Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : anaa
‘inda zhanni ‘abdii bii, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii., fain dzakaranii fii
nafsihi, dzakartuhu fii nafsii. Wa in dzakaranii fii malaa-in, dzakartuhu fii
mala-in khairin minhum. Wa in taqarraba ilayya bisyibrin, taqarrabtu ilaihi
dziraa’an. Wa in taqarraba ilayya dziraa’an, taqarrabtu ilaihi baa’an. Wa in
ataanii yamsyii ataituhu harwalatan.
hadiits
Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah
taala berfirman : anaa ‘inda zhanni ‘abdii bii Aku selalu mengikuti
sanggkaan hambaKu, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii dan aku selalu
membantunya selama ia ingat kepada-Ku, fain dzakaranii fii nafsihi jika
ia ingat pada-Ku dalam hatinya, dzakartuhu fii nafsii Aku ingat padanya
dalam diriKu, Wa in dzakaranii fii malaa-in dan jika ia ingat pada-Ku
ditengah-tengah orang banyak, dzakartuhu fii mala-in khairin minhum Aku
ingat padanya dihadapan Malaikat yang jauh lebih baik dari masyarakatnya. Wa
in taqarraba ilayya bisyibrin Dan jika ia mendekat kepadaKu taqarrabtu
ilaihi dziraa’an maka Aku akan mendekat kepadany sehasta, Wa in
taqarraba ilayya dziraa’an dan jika ia mendekat padaKu sehasta, taqarrabtu
ilaihi baa’an Aku mendekat kepadanya sedepa, Wa in ataanii yamsyii
ataituhu harwalatan. dan bila ia datang
kepadaKu berjalan maka Aku datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 954
Abu
Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : Aku selalu
mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu melindunginya jika ia
ingat (zikir) pada-Ku, jika ia ingat pada-Ku dalam hatinya, maka Aku ingat
padanya dalam diriku, dan jika ia ingat diri-Ku didepan kawan-kawannya, Akupun
ingat kepadanya ditengah rombongan yang
lebih baik dari rombongannya, Dan jika ia mendekat kepadaKu satu jengkal Aku mendekat kepadanya satu hasta, dan jika
ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia
datang kepadaKu berjalan Aku akan datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim).
BM 957
Abu
Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : Aku selalu
mengikuti sangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu menolongnya selama ia ingat
(zikir) pada-Ku, jika ia zikir (ingat) pada-Ku dalam hatinya, Aku ingat padanya
dalam diriku, dan bila ia ingat (zikir) pada-Ku
ditengah-tengah rombongan. maka Aku juga ingat padanya ditengah
rombongan yang lebih baik dari
rombongannya, Dan jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia
mendekat padaKu sehasta, maka Akumlebih
mendekat kepadanya sedepa, dan bila ia datang kepadaKu berjalan Aku akan
datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 974
Yakni
Allah yang mendahului karunia-Nya terhadap hamba-Nya.
qaala waman yaqnathu min rahmati
rabbihi illaadh-dhaalluun.
Ibrahim berkata:
"Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang
sesat." A Hijr 15:56.

0 komentar:
Posting Komentar