Jumat, 30 Agustus 2013

BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH

BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH


 oke hari ini jam ini menit ini detik ini kita bertemu lagi di ceramah uju ( ustad jumadi ). kita mulai aja di TKP,
oh sorry maaf karna saya kebanyaka nonton OVJ jadi TKP harusnya kita mulai saja di ceramah uju ... tempat berceramah.

Kita manusia seringkali su ‘udzan berburuk sangka kepada Allah swt. Membandingkan dengan orang lain, _orang lain diberi rezeki banyak, dia merasa hidup paling susah, _orang lain diberi kemudahan kesehatan dia merasa hidupnya selalu sulit, sempit sering sakit. _Bahkan orang kafir dicukupi kebutuhannya, diberi kekayaan rezeki melimpah, dia merasa hidup paling susah miskin sengsara dan menderita. _Sehingga ia menyangka Allah tidak adil,, masak saya yang rajin shalat….hidup susah sementara orang kafir…justru hidup senang…..

Agar kita dapat berbaik sangka kepada Allah maka, kita harus menyakini bahwa:

1*hidup adalah cobaan. Baik buruk, bahagia sengsara, adalah cobaan dari Allah swt.

Manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan.                                                                
Jika kita hidup susah sengsara atau menderita itu bisa jadi karena Allah swt sayang kepada kita. Karena jika Allah ingin menjadikan seseorang menjadi baik maka akan diberikan cobaan kepadanya, sehingga kebaikannya benar-benar telah teruji, jangan mengaku baik jika kita belum mendapat ujian.
Rasulullah saw bersabda:    Qaala rosuulullah saw.
“ Manyuridillaahu bihi khairon yushib-minhu”. Rasulullah saw bersabda  “Siapa saja yang di kehendaki Allah menjadi orang baik, maka di berikan cobaan kepadanya.(Hr.Bukhari)                                                                 

Jika hidup dalam kesusahan, kesengsaraan dan penderitaan ia tetap berbuat baik mau beramal shaleh tetap beriman kepada Allah maka ia benar-benar orang yang baik.

2*Manusia yang  butuh kepada Allah swt.

Yaa ayyuhannaasu antumul fuqaraa-u  ilallaah, ---wallaahu huwal ghaniyyul hamiid.
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; -- dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi MahaTerpuji. (Al-Fatir35:15)

Jangan marah jika orang kafir hidup enak kaya harta berlimpah karena memang, dunia ini merupakan surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang yang beriman, jangan bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan mereka yang tidak mengenal halal haram. Karena kita yang butuh kepada Allah maka kita harus pertahankan keimanan, kita yang butuh kepada Allah jangan berhenti berbuat kebaikan, menjauh kepada Allah justru akan membuat hidup kita sengsara dunia akherat. Maka istiqamah pertahankan aqidah dan tetap berbuat baik dalam keadaan bagaimanapun lapang atau sempit, sehat atau sakit, Allah ghayatuna Allah tujuan hidup kita.

Innaalladziina qaaluu rabbunaaallaahu tsumma istaqaamuu ,,, falaa khawfun 'alayhim walaa hum yahzanuun
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", Kemudian mereka tetap istiqamah[1388] (teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh). Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersedih hati. Al-Ahqaf 46:13


3*Kehendak Allah pasti terjadi
Kafir atau muslim jika Allah berkehendak ia menjadi kaya maka ia akan kaya, tetapi kekayaan orang kafir hanya didunia ini tidak bermanfaat nanti diakerat.

Maasyaa Allaahukaana wamaa lam yasya’ lam yakun laahaula walaaquwwata illaabillaahi.“Apa yang di kehendakiNya terjadi, dan apa yang tidak di kehendakinya tidak akan terjadi; tidak ada daya ( untuk memperoleh manfaat) tidak pula kekuatan (untuk menolak mudharat) kecuali bersumber dari Allah swt.”

Jangan terkecoh dengan kebahagiaan semu orang kafir mereka hidup enak kaya banyak harta, lalu kita ikuti jalan mereka dan menjadi kafir Menghalalkan segala cara untuk mendapat harta bahkan dengan  menggadaikan aqidah keimanan kita. Hidup ini ujian kita harus sabar menghadapinya  Yakinlah bahwa pederitaan kita akan berakhir, sakit akan sembuh, kesengsaraan akan berbuah kebahagiaan “sengsara membawa nikmat” jika kita tetap istiqamah berpegang teguh pada keyakian dan  keimanan kita.
*Jika Allah akan mengangkat derajat kita itu mudah, jika Allah akan menjadikan kita kaya itupun sangat mudah karena jika Allah menghendaki sesuatu maka hanya dengan berkata kun jadilah, fayakuun maka jadilah ia
* hanya dengan kata sederhana “Demi Tuhaaan”
Atau
*saudara-saudara masih bersama saya jrmi teti, dibogo gor gor…

*Berbaiksangka kepada Allah, anaa ‘inda zhanni ‘abdii  “Aku selalu mengikuti sanggkaan hambaKu,” kita menyangka baik hasilnya akan baik, sebaliknya jika kita berprasangka buruk maka hasilnya akan buruk juga.

Jika hidup kita susah oo… mungkin Allah sedang memberi ujian , jika sakit oo… Allah akan mengurangi/menggugurkan dosa-dosa,
*Ikutlah berbahagia jika orang lain bahagia
Tetangga beli mobil al hamdulillah mudah mudahan nanti bisa pinjam,
Digunjingkan orang keburukan kita Alhamdulillah dosa-dosa berkurang
*Terus berpikir positif, insyaallah hasilnya juga akan positif/baik
Berpikir negatif hanya akan menumbuhkan keresahan, -hati menjadi tidak tenang, -hidup penuh kecurigaan -timbul penyakit hati iri, dengki “susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.
*berbaik sangka kepada Allah insyaallah hati menjadi tenang, hidup penuh harapan dan keberkahan, berpikir positip hasilnya akan positip, badan menjadi sehat, jauh dari penyakit.























*Seorang hamba Allah yang banyak dosa masih ada harapan dosa-dosanya diampuni oleh Allah swt, kita tidak boleh berputus asa. Jika kita mau bertaubat pasti Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Allah berfirman :
qul yaa 'ibaadiyalladziina asrafuu 'alaa anfusihim,,, laa taqnathuu min rahmatillaahi,,,  inna allaaha yaghfirudzdzunuuba jamii'an,,,  innahu huwal ghafuurur rahiim.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Az-Zumar 39:53.

*Orang yang berputus asa dari rahmat Allah, dari ampunan Allah adalah orang yang sesat ia adalah orang kafir.

walaa tay-asuu min rawhi allaahi,,,  innahu laa yay-asu min rawhi allaahi,,,  illaa alqawmu alkaafiruuna

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Yusuf 12:87.
*maka janganlah kita berputus asa
Janganlah kita berpikiran negatif kepada Allah, jangan berburuk sangka kepada Allah jika kita dalam kesulitan, kemiskinan, kesusahan, dengan menyangka bahwa Allah tidak adil, tidak sayang pada hambanya. Orang kafir diberi rizki melimpah ruah tidak kekurangan. sementara kita orang beriman hidup dalam kesusahan, padahal kita menyembah kepada Allah. Berpikir negatif hanya akan menumbuhkan keresahan, -hati menjadi tidak tenang, -hidup penuh kecurigaan -timbul penyakit hati iri, dengki
*tetapi berbaik sangkalah kepada Allah agar hati menjadi tenang, hidup penuh harapan dan keberkahan, berpikir positip menjadikan badan menjadi sehat, berpikir positif baik hasilnya juga akan baik. Allah itu sesuai dengan sanggkaan hambanya kepada-Nya, kita menyangka baik hasilnya akan baik sebaliknya jika kita berprasangka buruk maka hasilnya akan buruk juga. Rasulullah saw bersabda :

hadiits Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : anaa ‘inda zhanni ‘abdii bii Aku selalu mengikuti sanggkaan hambaKu, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii dan aku selalu membantunya selama ia ingat kepada-Ku, fain dzakaranii fii nafsihi jika ia ingat pada-Ku dalam hatinya, dzakartuhu fii nafsii Aku ingat padanya dalam diriKu, Wa in dzakaranii fii malaa-in dan jika ia ingat pada-Ku ditengah-tengah orang banyak, dzakartuhu fii mala-in khairin minhum Aku ingat padanya dihadapan Malaikat yang jauh lebih baik dari masyarakatnya. Wa in taqarraba ilayya bisyibrin Dan jika ia mendekat kepadaKu taqarrabtu ilaihi dziraa’an maka Aku akan mendekat kepadany sehasta, Wa in taqarraba ilayya dziraa’an dan jika ia mendekat padaKu sehasta, taqarrabtu ilaihi baa’an Aku mendekat kepadanya sedepa, Wa in ataanii yamsyii ataituhu harwalatan.  dan bila ia datang kepadaKu berjalan maka Aku datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 954

*buruk sangka kepada Allah menjadikan hati tidak tenang, hidup penuh kecurigaan
timbul penyakit hati iri, dengki,, senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.
*bersangka baiklah kepada Allah niscaya kita mendapatkan ketenangan hati, optimis penuh harapan kepada Allah  dan mendapatkan keberkahan hidup























tuhanku ampunkanlah segala dosaku…
tuhanku maafkanlah segala ke khilafanku..
kusering melanggar perintahmu baik sadar ataupun tidak
pagiku ingat siangku alpa begitulah sifat diriku

oh Tuhanku kau bimbinglah diri ini
aku lemah aku jahil tanpa bimbingan darimu..
kau pengampun kau penyayang kau pengasih kepada hamba-hambamu…
selangkahku kepadamu seribu langkah kau padaku
tuhan diri ini tidak layak kesurgamu…
namun tidak pula aku sanggup kenerakamu…

‘An Abi Hurairata ra., ‘Aninnabiyyi saw an-nahu qaala: qaalallahu ta’aala ‘azza wajalla : a naa ‘inda  zhanni ‘abdi bi  wa anaa ma’ahu haitsu yadzkurunii,  wallaahi lallaahu afrahu bitaubati ‘abdihi min ahadikum yajidu dhaallatahu bilfalaati, wa man taqarraba ilayya syibran taqarrabtu ilaihi dziraa ‘an, wa mantaqarraba ilayya dziraa’an taqarrabtu ilaihi baa ‘an, wa idzaa aqbala ilayya yamsyii aqbaltu ilaihi uharwilu.

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah Azza wa Jalla berfirman : anaa ‘inda  zhanni  ‘abdi bi “Aku menurut sangkaan hamba-Ku” wa anaa ma’ahu haitsu yadzkurunii dan Aku senantiasa bersamanya selama ia mengingat Aku. wallaahi lallaahu afrahu bitaubati ‘abdihi Demi Allah, Allah lebih senang menerima tobat hambaNya min ahadikum yajidu dhaallatahu bilfalaati melebihi senangnya seseorang diantara kalian yang menemukan kembali barangnya yang telah hilang di tengah padang pasir. wa man taqarraba ilayya syibran Siapa saja yang mendekat kepadaKu sejengkal, taqarrabtu ilaihi dziraa ‘an, maka aku mendekat kepadanya sehasta, wa mantaqarraba ilayya dziraa’an dan siapa saja yang mendekat kepada-Ku sehasta taqarrabtu ilaihi baa ‘an maka Aku mendekat kepadanya sedepa, wa idzaa aqbala ilayya yamsyii aqbaltu ilaihi uharwilu. dan apabila ia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.” (Hr Bukhari dan Muslim) R 435

Wa ‘an jaabirin ibni ‘abdillaahi ra., annahu sami ‘annabiyya saw, qabla mautihi bitsalaatsati ayyaamin yaquulu : laa yamuutanna ahadukum illaa wahuwa yuhsinuzh-zhanna billaahi ‘azza wajalla
Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata : Saya mendengar Nabi saw bersabda sebelum tiga hari kemudian beliau meninggal: laa yamuutanna ahadukum “Jangan sekali-kali salah seorang diantara kamu mati, illaa wahuwa yuhsinuzh-zhanna billaahi ‘azza wajalla  kecuali ia berbaik sangka kepada Allah Azza wa Jalla.” (Hr Muslim) R 436

Wa ‘an Anasin ra., qaala : sami’tu Rasulullaahi saw., yaquulu : qaalallaahu Ta’aala: Yaa ibna Aadama innakamaa da autanii warajuu tanii ghafartulaka ‘alaa maakaana minka wlaa abaalii Yaa ibna Aadama lau balaghat zhunuu baka ‘anaa nassamaa-i tsumms taghfartanii ghafartulaka, Yaa ibna Aadama innaka lau ataitanii biquraabil ardhi khuthaayaa tsumma laqiitanii laa tusyrikubii syai-an laatayatuka biquraabihaa maghfirah.
Dari Anas ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah Ta’ala berfirman : Yaa ibna Aadama innakamaa da autanii warajuu tanii ghafartulaka ‘alaa maakaana minka walaa ubaalii “Hai anak Adam, selama kamu berdo’a dan berharap kepada-Ku, pasti Aku ampuni dosa yang telah kamu perbuat, dan Aku tidak peduli berapapun banyaknya.
Yaa ibna Aadama lau balaghat dzunuu baka ‘anaa nassamaa-i tsumms taghfartanii ghafartulaka, Hai anak Adam, andaikan dosa-dosamu bagaikan awan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepadaKu, pasti Aku mengampunimu.
Yaa ibna Aadama innaka lau ataitanii biquraabil ardhi khuthaayaa Hai anak Adam sesungguhnya andaikan kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa seisi bumi, tsumma laqiitanii laa tusyrikubii syai-an laatayatuka biquraabihaa maghfirah.
kemudian kamu menghadap Aku sedangkan kamu tidak menyekutukan Aku, Aku akan mengampuni dosa yang seisi bumi banyaknya itu.” (Hr Tirmidzi)


hadiits Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : anaa ‘inda zhanni ‘abdii bii, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii., fain dzakaranii fii nafsihi, dzakartuhu fii nafsii. Wa in dzakaranii fii malaa-in, dzakartuhu fii mala-in khairin minhum. Wa in taqarraba ilayya bisyibrin, taqarrabtu ilaihi dziraa’an. Wa in taqarraba ilayya dziraa’an, taqarrabtu ilaihi baa’an. Wa in ataanii yamsyii ataituhu harwalatan.  

hadiits Abii Hurairah ra., qaala: qaalannabiyyu saw., Yaquulullaahu ta’alaa : Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : anaa ‘inda zhanni ‘abdii bii Aku selalu mengikuti sanggkaan hambaKu, wa anaa ma’ahu idzaa dzakaranii dan aku selalu membantunya selama ia ingat kepada-Ku, fain dzakaranii fii nafsihi jika ia ingat pada-Ku dalam hatinya, dzakartuhu fii nafsii Aku ingat padanya dalam diriKu, Wa in dzakaranii fii malaa-in dan jika ia ingat pada-Ku ditengah-tengah orang banyak, dzakartuhu fii mala-in khairin minhum Aku ingat padanya dihadapan Malaikat yang jauh lebih baik dari masyarakatnya. Wa in taqarraba ilayya bisyibrin Dan jika ia mendekat kepadaKu taqarrabtu ilaihi dziraa’an maka Aku akan mendekat kepadany sehasta, Wa in taqarraba ilayya dziraa’an dan jika ia mendekat padaKu sehasta, taqarrabtu ilaihi baa’an Aku mendekat kepadanya sedepa, Wa in ataanii yamsyii ataituhu harwalatan.  dan bila ia datang kepadaKu berjalan maka Aku datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 954








Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu melindunginya jika ia ingat (zikir) pada-Ku, jika ia ingat pada-Ku dalam hatinya, maka Aku ingat padanya dalam diriku, dan jika ia ingat diri-Ku didepan kawan-kawannya, Akupun ingat kepadanya ditengah rombongan  yang lebih baik dari rombongannya, Dan jika ia mendekat kepadaKu satu jengkal  Aku mendekat kepadanya satu hasta, dan jika ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepadaKu berjalan Aku akan datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 957

Abu Hurairah ra., berkata: Nabi saw., bersabda : Allah taala berfirman : Aku selalu mengikuti sangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku selalu menolongnya selama ia ingat (zikir) pada-Ku, jika ia zikir (ingat) pada-Ku dalam hatinya, Aku ingat padanya dalam diriku, dan bila ia ingat (zikir) pada-Ku  ditengah-tengah rombongan. maka Aku juga ingat padanya ditengah rombongan  yang lebih baik dari rombongannya, Dan jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, maka  Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat padaKu sehasta, maka Akumlebih  mendekat kepadanya sedepa, dan bila ia datang kepadaKu berjalan Aku akan datang kepadanya berlari. (Bukhari, Muslim). BM 974
Yakni Allah yang mendahului karunia-Nya terhadap hamba-Nya.

qaala waman yaqnathu min rahmati rabbihi illaadh-dhaalluun.


Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat." A Hijr 15:56.

0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).