Selasa, 29 Oktober 2013

Filled Under:
MERAIH MANFAAT AL-QURAN
bismillahirrahmanirrahim
assalammualaikum wr. wb.
              
                   kali ini ustad jumadi akan menceramahkan merahi manfaat al-quran. percumakan kalau kita membaca al-quran terapi tidak bisa merahi manfaatnya. ok semoga kali ini menambahkan ilmu kalian semua amin amin ya robbal alamin

“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
***  Manusia  sekarang sudah mulai melupakan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau berkata,
waqaalaalrrasuulu ---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu--- haadzaal qur-aana mahjuuraan “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan--Al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata () mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara lain:  
“”””1 tidak baca &dengar, 2 tidak mengindhkn halal haramnya, 3 tidak menjadikan rujukan hukum,    4 tidak memikirkan dan memahami, dan  5 tidak menjadikannya sebagai obat”””””
*1 Tidak tekun membaca & mendengarkannya. Banyak orang islam malas kemasjid, malas datang pengajian, tidak sempat dan tidak mau menyempatkan diri karena menganggap pengajian tidak penting. Padahal menunutut ilmu itu wajib dengan ilmu wawasan akan bertambah, keimanan menjadi kuat.
*2 Tidak mengindahkan halal dan haramnya walau di percayadan di baca. *banyak pemimpin, tetapi suka korupsi, banyak pedagang, tetapi tidak jujur. 
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan rinciannya. *manusia Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah al quran,
Afahukmal jaahiliyyati yabghuuna, waman ahsanu minallaahi hukmalliqaumiy yuuqinuun.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum)Allah bagi orang-orang yang yakin ? Al Maidah 5 : 50
*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya.
*5 Tidak menjadikannya sebagai obat bagi semua penyakit-penyakit kejiwaan. Dalam surat An Nahl Allah mengatakan, bahwa air madu yang ke luar dari lebah merupakan minuman yang mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al Israa' diterangkan bahwa Al Quran pun mengandung juga obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Wanunazzilu minalqur’aani maa huwa syifaa-un wa rahmatul lilmukminiin,,, walaa yaziiduzh-zhaalimiina illaa khasaaraa.
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,,, dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Al-Isra 17:82
“qul huwa lilladziina aamanuu hudan  wasyifaa’ “ katakanlah Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Fusilat 41: 44
Semua yang di sebut di atas tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu. maka kita harus melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah saw.  Yaitu
***Lalu Bagaimana Cara memikirkan, memahami dan mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1. Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan perlahan-lahan.  Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532]. (Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna  ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan perhatikan baik-baik ketika alquran itu dibaca.
Allah swtberfirman :
Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat. Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru  dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata, ”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’  bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah , Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman, wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca” alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama, tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.
Membaca merupakan perintah yang paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun peradaban.
Membaca adalah jalan yang mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.

DO’A
Allaahumma inniy as aluka bikullismin, huwa sammaita bihii nafsaka,… au anzaltahu fii kitaabika,…  au a’thoitahu  ahadan minkholqika,… austa’tsartabihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka,…. an taj’alal quraan,… rabii’a  qalbinaa,… wanuura basharinaa,… wajalaa-a  ghammii,, wa dzihaaba khuznii,, wahamminaa.
Ya Allah kami bermohon kepadamu dengan menyebut namamu yang Engkau namakan diriMu dengannya,… atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab suciMu,… atau Engkau anugerahkan ia kepada salah seorang dari hambaMu,… atau Engkau rahasiakan ia dalam ghaibmu,…  “Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau menjadikan Al-Qur’an itu…. sebagai penyejuk hati kami,… cahaya mata kami,… penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.

Kesimpulan
*Janganlah kita melupakan alqur’an, cintailah alquran, jadikan alquran sebagai : 1 bacaan wajib setiap hari, 2 ikuti petunjuk halal haramnya, 3 jadikan sebagai rujukan dalam menetapkan hukum, 4 pikirkan dan pahami kandungan alquran, lalu kita amalkan dan 5 jadikan sebagai obat bagi penyakit hati kita.””””
*raihlah manfaat alquran dengan : 1 membacanya perlahan-lahan jangan tergesa-gesa / terburu-buru,    2 dengarkan baik-baik ketika alquran dibaca, 3 bacalah alquran dengan ikhlas hanya mengharap ridha balasan pahala dari Allah swt.

*Maksud hati memeluk gunung                                                *Disini gunung disana gunung
  Apa daya gunungnya tidak ada                                                   Ditengah-tengah pulau jawa
  Maksud hati terus kita sambung                                Hidup jangan bingung-bingung
  Apa daya waktu jua yang memisahkan kita           bacalah alquran dunia akherat bahagia.

MANFAAT AL-QU’AN


“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
***  Manusia  sekarang sudah mulai melupa kan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau berkata,
waqaalaalrrasuulu ---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu--- haadzaal qur-aana mahjuuraan “WahaiTuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan--Al-Qur’an



ini sebagai sesuatu yang mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata () mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara lain:
*1 Tidak tekun membaca & mendengarkannya. Malas mendengarkan, malas ngaji, kita lihat tempat pengajian sepi, masjid sepi,  tempat hiburan rame, mol rame. Anak muda lebih suka jeng-ngejeng, dangdutan, joget, senang-senang hura-hura. Islam tinggal KTP, alquran tinggal tulisane. *Anak muda sekarang jika dikasih tahu orang tua supaya ngaji malah mengsuli njawab : nak ikutlah pengajian dimasjidlah supaya jadi anak pintar sholeh/shalehah, ah ibu ni cerewetlah ngak tau medel ngak tau tren anak muda jaman sekarang ketinggalan zaman…. udahlah bu ngak usah ngurusin urusan anak muda badan-badan gue, mulut-mulut gue,  ngaji ngak ngaji urusan gue emang masalah buat lho.
*2 Tidak mengindahkan halal danharamnya walau di percayadan di baca. *Menjadi pemimpin Agama islam, ngaji lancar, sering hadir ditempat pengajian, sering diminta memberi kata sambutan, tetapi kelakuan masyaallah doyan duit korupsi, doyan daging doyan perempuan.  *Halal haram tidak dipedulikan,  hak anak yatim,  hak orang miskin, halal, haram hatam saja. Ngak punya malu ran de isin. Kaya mobil mewah, rumah megah hasil korupsi ini akibat tidak mengindahkan halal dan haramnya al quran walau di percaya dan di baca.
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan rinciannya. *Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah al quran,




*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya. Ngaji rajin, kemasjid rajin kelakuan na’udhubillah. Akibat tidak mau memahami dan memikirkan isi kandungan alquran.
*5 Tidak menjadikannya sebagai obat bagi semua penyakit-penyakit kejiwaan.
*Dijaman yang serba sulit sekarang ini banyak orang yang mudah emosi, mudah marah galau risau, bahkan stress, kelahi dengan teman, kelahi dengan tetangga hanya gara-gara masalah sepele, ngak punya pulsa risau, diputusin pacar galau. Stress ini penyebab terbesar orang meninggal dunia, penyebab stress adalah karena banyak manusia jauh dari tuntunan ajaran agamnaya.
Banyak orang mau menghilangkan stres pergi ketempat wisata pergi kejembatan barelang dasar orang stress  gampang terkena bisikan, ada bisikan setan terjunlah dari jembatan, disangka wangsit, wahyu turun dari langit.  terjunlah dia dari jembatan yang ada bukan stress yang hilang tetapi malah nyawa melayang. Maka kalau kita stress ngaji baca alquran alquran itu menjadi obat anti galau, menghilangkan risau.  (TOBO ATI)
Semua yang di sebut di atas tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu.
***lalu apa yang kita lakukan agar kita tidak termasuk umat yang diadukan oleh Rasulullah tersebut. Yang harus kita lakukan adalah melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah saw.



*1 kita harus TEKUN membaca dan mendengar kan Al-qur’an.
*2 ikuti petunjuk halal haramnya menurut Al-qur’an
*3 Jadikan Al-qur’an sebagai rujukan dalam menetapkan hukum.
*4 berusaha memikirkan dan memahami isi kandungan Al-qur’an.
*5 Jadikan Al-qur’an sebagai obat penyakit hati kita.
***Lalu Bagaimana Cara belajar memahami & mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1. Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan perlahan-lahan.  Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532]. (Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna  ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan perhatikan baik-baik
Allah swtberfirman :



Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat. Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru  dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata, ”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’  bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah , Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman, wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau



pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca” alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama, tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.
Membaca merupakan perintah yang paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun peradaban.
Membaca adalah jalan yang mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.


 “Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau menjadikan Al-Qur’an itu sebagai penyejuk hati kami, cahaya mata kami, penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.
wassalamualaikum wr.wb.

0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).