MERAIH MANFAAT AL-QURAN
bismillahirrahmanirrahim
assalammualaikum wr. wb.
kali ini ustad jumadi akan menceramahkan merahi manfaat al-quran. percumakan kalau kita membaca al-quran terapi tidak bisa merahi manfaatnya. ok semoga kali ini menambahkan ilmu kalian semua amin amin ya robbal alamin
“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya
yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil
jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di
bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
*** Manusia sekarang sudah mulai melupakan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di
hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau
berkata,
waqaalaalrrasuulu
---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu--- haadzaal qur-aana
mahjuuraan “Wahai Tuhanku,
sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan--Al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang
mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata
() mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara
lain:
“”””1 tidak baca &dengar, 2 tidak mengindhkn halal
haramnya, 3 tidak menjadikan rujukan hukum, 4 tidak memikirkan dan memahami, dan 5 tidak menjadikannya sebagai obat”””””
*1 Tidak tekun membaca &
mendengarkannya. Banyak orang islam malas kemasjid, malas datang pengajian,
tidak sempat dan tidak mau menyempatkan diri karena menganggap pengajian tidak
penting. Padahal menunutut ilmu itu wajib dengan ilmu wawasan akan bertambah,
keimanan menjadi kuat.
*2 Tidak mengindahkan halal dan haramnya
walau di percayadan di baca. *banyak pemimpin, tetapi suka korupsi, banyak
pedagang, tetapi tidak jujur.
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam
menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan
rinciannya. *manusia Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah
al quran,
Afahukmal jaahiliyyati yabghuuna, waman ahsanu minallaahi
hukmalliqaumiy yuuqinuun.
Apakah hukum
Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada
(hukum)Allah bagi orang-orang yang yakin ? Al Maidah 5 : 50
*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami
apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi
tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya.
*5 Tidak menjadikannya sebagai
obat bagi
semua penyakit-penyakit kejiwaan. Dalam surat An Nahl Allah
mengatakan, bahwa air madu yang ke luar dari lebah merupakan minuman yang
mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al Israa' diterangkan bahwa Al
Quran pun mengandung juga obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Wanunazzilu minalqur’aani maa huwa syifaa-un wa rahmatul
lilmukminiin,,, walaa yaziiduzh-zhaalimiina illaa khasaaraa.
Dan Kami turunkan
dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang
beriman,,, dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim
selain kerugian. Al-Isra 17:82
“qul huwa lilladziina aamanuu hudan wasyifaa’ “ katakanlah Al Qur’an itu
adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Fusilat 41: 44
Semua yang di sebut di atas
tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin
termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu. maka kita harus
melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah
saw. Yaitu
***Lalu
Bagaimana Cara
memikirkan, memahami dan mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1.
Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca
alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan
perlahan-lahan. Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk
(membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532].
(Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah
mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam
membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca
dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan
perhatikan baik-baik ketika alquran itu dibaca.
Allah swtberfirman :
Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum
turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu
Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat.
Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau
ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat
tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan
berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di
ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu
melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata,
”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating
menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia
dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an
dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’ bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang
menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi
seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah
, Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka
Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman,
wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan
Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an
menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat
yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca”
alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka
rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang
dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama,
tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus
berkembang.
Membaca merupakan perintah yang paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun peradaban.
Membaca adalah jalan yang mengantarkan manusia
mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
DO’A
Allaahumma inniy as aluka bikullismin, huwa sammaita bihii
nafsaka,… au anzaltahu fii kitaabika,…
au a’thoitahu ahadan
minkholqika,… austa’tsartabihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka,…. an taj’alal
quraan,… rabii’a qalbinaa,… wanuura basharinaa,…
wajalaa-a ghammii,, wa dzihaaba
khuznii,, wahamminaa.
Ya Allah kami bermohon kepadamu
dengan menyebut namamu yang Engkau namakan diriMu dengannya,… atau Engkau
turunkan nama itu dalam kitab suciMu,… atau Engkau anugerahkan ia kepada salah
seorang dari hambaMu,… atau Engkau rahasiakan ia dalam ghaibmu,… “Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau
menjadikan Al-Qur’an itu…. sebagai penyejuk hati kami,… cahaya mata kami,…
penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.
Kesimpulan
*Janganlah kita melupakan alqur’an, cintailah
alquran, jadikan alquran sebagai : 1 bacaan wajib setiap hari, 2 ikuti petunjuk
halal haramnya, 3 jadikan sebagai rujukan dalam menetapkan hukum, 4 pikirkan
dan pahami kandungan alquran, lalu kita amalkan dan 5 jadikan sebagai obat bagi
penyakit hati kita.””””
*raihlah manfaat alquran dengan : 1 membacanya
perlahan-lahan jangan tergesa-gesa / terburu-buru, 2 dengarkan baik-baik ketika alquran
dibaca, 3 bacalah alquran dengan ikhlas hanya mengharap ridha balasan pahala
dari Allah swt.
*Maksud hati memeluk gunung *Disini
gunung disana gunung
Apa daya gunungnya tidak ada Ditengah-tengah pulau jawa
Maksud hati terus kita sambung Hidup jangan bingung-bingung
Apa daya waktu jua yang memisahkan kita
bacalah alquran dunia akherat bahagia.
MANFAAT AL-QU’AN
“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya
yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil
jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di
bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
*** Manusia sekarang sudah mulai melupa kan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di
hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau
berkata,
waqaalaalrrasuulu ---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu---
haadzaal qur-aana mahjuuraan “WahaiTuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah
menjadikan--Al-Qur’an
ini sebagai sesuatu yang mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata
() mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara
lain:
*1 Tidak tekun membaca &
mendengarkannya. Malas mendengarkan, malas ngaji, kita lihat tempat
pengajian sepi, masjid sepi, tempat
hiburan rame, mol rame. Anak muda lebih suka jeng-ngejeng, dangdutan, joget,
senang-senang hura-hura. Islam tinggal KTP, alquran tinggal tulisane. *Anak
muda sekarang jika dikasih tahu orang tua supaya ngaji malah mengsuli njawab :
nak ikutlah pengajian dimasjidlah supaya jadi anak pintar sholeh/shalehah, ah
ibu ni cerewetlah ngak tau medel ngak tau tren anak muda jaman sekarang
ketinggalan zaman…. udahlah bu ngak usah ngurusin urusan anak muda badan-badan
gue, mulut-mulut gue, ngaji ngak ngaji
urusan gue emang masalah buat lho.
*2 Tidak mengindahkan halal danharamnya
walau di percayadan di baca. *Menjadi pemimpin Agama islam, ngaji lancar,
sering hadir ditempat pengajian, sering diminta memberi kata sambutan, tetapi
kelakuan masyaallah doyan duit korupsi, doyan daging doyan perempuan. *Halal haram tidak dipedulikan, hak anak yatim, hak orang miskin, halal, haram hatam saja.
Ngak punya malu ran de isin. Kaya mobil mewah, rumah megah hasil korupsi ini
akibat tidak mengindahkan halal
dan haramnya al quran walau di percaya dan di baca.
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam
menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan
rinciannya. *Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah al quran,
*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami
apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi
tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya. Ngaji
rajin, kemasjid rajin kelakuan na’udhubillah. Akibat tidak mau memahami dan
memikirkan isi kandungan alquran.
*5 Tidak menjadikannya sebagai
obat bagi
semua penyakit-penyakit kejiwaan.
*Dijaman yang serba sulit sekarang
ini banyak orang yang mudah emosi, mudah marah galau risau, bahkan stress,
kelahi dengan teman, kelahi dengan tetangga hanya gara-gara masalah sepele,
ngak punya pulsa risau, diputusin pacar galau. Stress ini penyebab terbesar
orang meninggal dunia, penyebab stress adalah karena banyak manusia jauh dari
tuntunan ajaran agamnaya.
Banyak orang mau menghilangkan
stres pergi ketempat wisata pergi kejembatan barelang dasar orang stress gampang terkena bisikan, ada bisikan setan
terjunlah dari jembatan, disangka wangsit, wahyu turun dari langit. terjunlah dia dari jembatan yang ada bukan
stress yang hilang tetapi malah nyawa melayang. Maka kalau kita stress ngaji
baca alquran alquran itu menjadi obat anti galau, menghilangkan risau. (TOBO ATI)
Semua yang di sebut di atas
tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin
termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu.
***lalu apa yang kita lakukan agar kita tidak
termasuk umat yang diadukan oleh Rasulullah tersebut. Yang harus kita lakukan adalah
melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah
saw.
*1 kita harus TEKUN membaca
dan mendengar kan Al-qur’an.
*2 ikuti petunjuk halal
haramnya menurut Al-qur’an
*3 Jadikan Al-qur’an sebagai
rujukan dalam menetapkan hukum.
*4 berusaha memikirkan dan
memahami isi kandungan Al-qur’an.
*5 Jadikan Al-qur’an sebagai
obat penyakit hati kita.
***Lalu Bagaimana Cara
belajar memahami & mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1.
Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca
alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan
perlahan-lahan. Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk
(membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532].
(Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah
mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam
membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca
dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan
perhatikan baik-baik
Allah swtberfirman :
Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum
turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu
Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat.
Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau
ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat
tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan
berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di
ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu
melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata,
”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating
menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia
dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an
dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’ bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang
menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi
seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah
, Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka
Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman,
wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan
Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an
menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau
pengembangan dari
pendapat-pendapat yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca”
alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka
rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang
dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama,
tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus
berkembang.
Membaca merupakan perintah yang
paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun
peradaban.
Membaca adalah jalan yang
mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
“Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau
menjadikan Al-Qur’an itu sebagai penyejuk hati kami, cahaya mata kami,
penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.
wassalamualaikum wr.wb.