< 1 >
Read!
In the Name of ALLAH, Who has created man from a clot (a piece of thick coagulated blood).
< 2 >
Al-Islami
In the Name of ALLAH, Who has created man from a clot (a piece of thick coagulated blood).
< 3 >
Al-Islami
In the Name of ALLAH, Who has created man from a clot (a piece of thick coagulated blood).
< 4 >
Al-Islami
In the Name of ALLAH, Who has created man from a clot (a piece of thick coagulated blood).

Selasa, 29 Oktober 2013

MERAIH MANFAAT AL-QURAN
bismillahirrahmanirrahim
assalammualaikum wr. wb.
              
                   kali ini ustad jumadi akan menceramahkan merahi manfaat al-quran. percumakan kalau kita membaca al-quran terapi tidak bisa merahi manfaatnya. ok semoga kali ini menambahkan ilmu kalian semua amin amin ya robbal alamin

“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
***  Manusia  sekarang sudah mulai melupakan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau berkata,
waqaalaalrrasuulu ---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu--- haadzaal qur-aana mahjuuraan “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan--Al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata () mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara lain:  
“”””1 tidak baca &dengar, 2 tidak mengindhkn halal haramnya, 3 tidak menjadikan rujukan hukum,    4 tidak memikirkan dan memahami, dan  5 tidak menjadikannya sebagai obat”””””
*1 Tidak tekun membaca & mendengarkannya. Banyak orang islam malas kemasjid, malas datang pengajian, tidak sempat dan tidak mau menyempatkan diri karena menganggap pengajian tidak penting. Padahal menunutut ilmu itu wajib dengan ilmu wawasan akan bertambah, keimanan menjadi kuat.
*2 Tidak mengindahkan halal dan haramnya walau di percayadan di baca. *banyak pemimpin, tetapi suka korupsi, banyak pedagang, tetapi tidak jujur. 
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan rinciannya. *manusia Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah al quran,
Afahukmal jaahiliyyati yabghuuna, waman ahsanu minallaahi hukmalliqaumiy yuuqinuun.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum)Allah bagi orang-orang yang yakin ? Al Maidah 5 : 50
*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya.
*5 Tidak menjadikannya sebagai obat bagi semua penyakit-penyakit kejiwaan. Dalam surat An Nahl Allah mengatakan, bahwa air madu yang ke luar dari lebah merupakan minuman yang mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al Israa' diterangkan bahwa Al Quran pun mengandung juga obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Wanunazzilu minalqur’aani maa huwa syifaa-un wa rahmatul lilmukminiin,,, walaa yaziiduzh-zhaalimiina illaa khasaaraa.
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,,, dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Al-Isra 17:82
“qul huwa lilladziina aamanuu hudan  wasyifaa’ “ katakanlah Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Fusilat 41: 44
Semua yang di sebut di atas tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu. maka kita harus melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah saw.  Yaitu
***Lalu Bagaimana Cara memikirkan, memahami dan mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1. Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan perlahan-lahan.  Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532]. (Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna  ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan perhatikan baik-baik ketika alquran itu dibaca.
Allah swtberfirman :
Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat. Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru  dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata, ”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’  bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah , Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman, wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca” alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama, tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.
Membaca merupakan perintah yang paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun peradaban.
Membaca adalah jalan yang mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.

DO’A
Allaahumma inniy as aluka bikullismin, huwa sammaita bihii nafsaka,… au anzaltahu fii kitaabika,…  au a’thoitahu  ahadan minkholqika,… austa’tsartabihii fii ‘ilmil ghaibi ‘indaka,…. an taj’alal quraan,… rabii’a  qalbinaa,… wanuura basharinaa,… wajalaa-a  ghammii,, wa dzihaaba khuznii,, wahamminaa.
Ya Allah kami bermohon kepadamu dengan menyebut namamu yang Engkau namakan diriMu dengannya,… atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab suciMu,… atau Engkau anugerahkan ia kepada salah seorang dari hambaMu,… atau Engkau rahasiakan ia dalam ghaibmu,…  “Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau menjadikan Al-Qur’an itu…. sebagai penyejuk hati kami,… cahaya mata kami,… penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.

Kesimpulan
*Janganlah kita melupakan alqur’an, cintailah alquran, jadikan alquran sebagai : 1 bacaan wajib setiap hari, 2 ikuti petunjuk halal haramnya, 3 jadikan sebagai rujukan dalam menetapkan hukum, 4 pikirkan dan pahami kandungan alquran, lalu kita amalkan dan 5 jadikan sebagai obat bagi penyakit hati kita.””””
*raihlah manfaat alquran dengan : 1 membacanya perlahan-lahan jangan tergesa-gesa / terburu-buru,    2 dengarkan baik-baik ketika alquran dibaca, 3 bacalah alquran dengan ikhlas hanya mengharap ridha balasan pahala dari Allah swt.

*Maksud hati memeluk gunung                                                *Disini gunung disana gunung
  Apa daya gunungnya tidak ada                                                   Ditengah-tengah pulau jawa
  Maksud hati terus kita sambung                                Hidup jangan bingung-bingung
  Apa daya waktu jua yang memisahkan kita           bacalah alquran dunia akherat bahagia.

MANFAAT AL-QU’AN


“Ayat-ayat al-qur’an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita mempersilakan orang lain memandangya, maka ia akan melihat banyak di bandingkan apa yang kitalihat,”demikian lebih kurang tulis Abdullah Darraz.
***  Manusia  sekarang sudah mulai melupa kan Alquran
Al-Qur’an menjelaskan bahwa di hari kemudian nanti Rasulullah saw. Akan mengadu kepada Allah swt.Beliau berkata,
waqaalaalrrasuulu ---yaa rabbi innaqaw mittakhadzuu--- haadzaal qur-aana mahjuuraan “WahaiTuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan--Al-Qur’an



ini sebagai sesuatu yang mahjura” (QS. Al_Furqan [25]: 30).
Menurut Ibn al-Qayyim, banyak hal yang di cakup oleh kata () mahjura, meninggalkan Al-qur’an antara lain:
*1 Tidak tekun membaca & mendengarkannya. Malas mendengarkan, malas ngaji, kita lihat tempat pengajian sepi, masjid sepi,  tempat hiburan rame, mol rame. Anak muda lebih suka jeng-ngejeng, dangdutan, joget, senang-senang hura-hura. Islam tinggal KTP, alquran tinggal tulisane. *Anak muda sekarang jika dikasih tahu orang tua supaya ngaji malah mengsuli njawab : nak ikutlah pengajian dimasjidlah supaya jadi anak pintar sholeh/shalehah, ah ibu ni cerewetlah ngak tau medel ngak tau tren anak muda jaman sekarang ketinggalan zaman…. udahlah bu ngak usah ngurusin urusan anak muda badan-badan gue, mulut-mulut gue,  ngaji ngak ngaji urusan gue emang masalah buat lho.
*2 Tidak mengindahkan halal danharamnya walau di percayadan di baca. *Menjadi pemimpin Agama islam, ngaji lancar, sering hadir ditempat pengajian, sering diminta memberi kata sambutan, tetapi kelakuan masyaallah doyan duit korupsi, doyan daging doyan perempuan.  *Halal haram tidak dipedulikan,  hak anak yatim,  hak orang miskin, halal, haram hatam saja. Ngak punya malu ran de isin. Kaya mobil mewah, rumah megah hasil korupsi ini akibat tidak mengindahkan halal dan haramnya al quran walau di percaya dan di baca.
*3 Tidak menjadikannya rujukan dalam menetapkan hukum menyangkut ushuluddin (prinsip-prinsip ajaran agama) dan rinciannya. *Lebih memilih hukum buatan manusia dari pada hukum Allah al quran,




*4 Tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang di kehendaki oleh Allah yang menurunkannya. Al quran dibaca tetapi tidak tau arti dan maknanya sehingga tidak tahu bagaimana mengamalkannya. Ngaji rajin, kemasjid rajin kelakuan na’udhubillah. Akibat tidak mau memahami dan memikirkan isi kandungan alquran.
*5 Tidak menjadikannya sebagai obat bagi semua penyakit-penyakit kejiwaan.
*Dijaman yang serba sulit sekarang ini banyak orang yang mudah emosi, mudah marah galau risau, bahkan stress, kelahi dengan teman, kelahi dengan tetangga hanya gara-gara masalah sepele, ngak punya pulsa risau, diputusin pacar galau. Stress ini penyebab terbesar orang meninggal dunia, penyebab stress adalah karena banyak manusia jauh dari tuntunan ajaran agamnaya.
Banyak orang mau menghilangkan stres pergi ketempat wisata pergi kejembatan barelang dasar orang stress  gampang terkena bisikan, ada bisikan setan terjunlah dari jembatan, disangka wangsit, wahyu turun dari langit.  terjunlah dia dari jembatan yang ada bukan stress yang hilang tetapi malah nyawa melayang. Maka kalau kita stress ngaji baca alquran alquran itu menjadi obat anti galau, menghilangkan risau.  (TOBO ATI)
Semua yang di sebut di atas tercakup dalam pengaduan Nabi Muhammad saw. Dan tentu saja kita tidak ingin termasuk dalam kelompok yang di adukan oleh Rasullullah saw. Itu.
***lalu apa yang kita lakukan agar kita tidak termasuk umat yang diadukan oleh Rasulullah tersebut. Yang harus kita lakukan adalah melakukan hal yang sebaliknya dari kelima hal yang di adukan oleh Rasulullah saw.



*1 kita harus TEKUN membaca dan mendengar kan Al-qur’an.
*2 ikuti petunjuk halal haramnya menurut Al-qur’an
*3 Jadikan Al-qur’an sebagai rujukan dalam menetapkan hukum.
*4 berusaha memikirkan dan memahami isi kandungan Al-qur’an.
*5 Jadikan Al-qur’an sebagai obat penyakit hati kita.
***Lalu Bagaimana Cara belajar memahami & mengambil manfaat dari Al-qur’an:
1. Bacalah Al-Qur’an secara perlahan-lahan jangan terburu-buru ketika membaca alqur’an
Warattililqur-aanatartiilaa.
Dan bacalah Al Quran itudengan perlahan-lahan.  Al Muzammil 73: 4
Laatuharrikbihiilisaanakalita’jalabih
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532]. (Al-Qiyqmqh 75:16)
Inna  ‘alainaajam’ahuwaqur-aanah
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Al-Qiyqmqh 75:17)
Jika kita mau sabar pelan-pelan dalam membaca dan mempelajari al-quran maka insyaallah Allah menjadikan kita pandai membaca dan memahami alqur’an
2. dengarkan dan perhatikan baik-baik
Allah swtberfirman :



Waidzaa qurial qur’aan, fastami’uu lahuu waansituu la’allakum turhamuun.
Dan apabila di bacakan kepadamu Al-qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah agar kamu mendapatkan rahmat. Al-a’raf 7:204
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Berkata: Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah hatimu saat tilawah (membacanya) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru  dengan al-Qur’an, oleh orang yang langsung di ajak bicara oleh Allah swt, karena al-Quran adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah rosulnya.
Sayyid Qutub berkata, ”siapa yang ingin mendapatkan hidayah Al-Qur’an maka hendaklah ia dating menemuinya dengan hati yang bersih dan tulus. Ketika itu akan terbuka rahasia dan cahaya Al-Qur’an dapat tercurah kedalam hati yang datang.
3. bacalah Al qur’an dengan ikhlas karena Allah
Allah swt berfirman.
Iqra’  bismirabbikalladzii khalaq
Bacalah dengan nama TuhanMu yang menciptakan.
Syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca demi Allah, membaca ikhlas karena Allah , Allah menjanjikan pada saat seseorang membaca dengan ikhlas karena Allah maka Allah akan menganugerahkan kepadanya ilmu pengetahuan, pemahaman-pemahaman, wawasan-wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga. Apa yang dijanjikan Allah ini terbukti sangat jelas
Kegiatan “membaca” ayat Al-qur’an menimbulkan penafsiran-penafsiran baru atau



pengembangan dari pendapat-pendapat yang telah ada.
Demikian juga kegiatan “Membaca” alam raya ini telah menimbulkan penemuan-penemuan baru yang membuka rahasia-rahasia alam, walaupun obyek bacaannya itu-itu juga. Ayat Alquran yang dibaca oleh generasi terdahulu, dan alam raya yang mereka huni, adalah sama, tidak berbeda, namun pemahaman mereka serta penemuan rahasianya terus berkembang.
Membaca merupakan perintah yang paling berharga.
Membaca merupakan syarat utama membangun peradaban.
Membaca adalah jalan yang mengantarkan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.


 “Ya Allah kami bermohon kiranya Engkau menjadikan Al-Qur’an itu sebagai penyejuk hati kami, cahaya mata kami, penyingkap keresahan, pengusir kesedihan dan kesusahan kami.
wassalamualaikum wr.wb.

Senin, 28 Oktober 2013

Galau

Galau
Penyebab hati galau, resah, gelisah. Diantaranya adalah :
1-ekonomi (kemiskinan),  akibatnya banyak hutang, (hidup sederhana) 2 banyak berbuat dosa, (taubat) 3 sakit menahun (khusnudzan, semoga sakit menjadi penghapus dosa) 4 tidak menerima takdir Allah swt misalnya tidak cepat dapat jodoh (khuznudzan, pemberian Allah yang terbaik untuk kita) 5. jauh dari ajaran agama,. (kembali kepada Allah belajarlah agama) Di antara beberapa penyebab keresahan tersebut yang paling berpengaruh adalah jauh dari tutunan ajaran agama. Jika agama seseorang kuat maka ia akan mampu menghadapi semua permasalahan yang ia hadapi.
Alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikrillaahi alaa bidzikri allaahi tathma-innul  quluub.
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Qs. Ar Ra’ad 13:28)
-Ingat kepada Allah dengan : berdoa (shalat), berdzikir ingat kepada Allah, Membaca Al-qur’an.  Keuntungan orang yang berdoa : -hidup penuh keyakinan (optimis), hati menjadi tentram, hidup penuh harapan.  Allaahush shamad Allah adalah tempat bergantung atas segala sesuatu.
Jika kita susah, sedih, gundah dan galau mengadulah kepada Allah swt. yang dapat mengatasi kesusahan kita. Allah swt berfirman :
qaala innamaa asykuu batstsii wahuznii ilaaallaahi wa-aqlamu minallaahi maa laa ta'lamuun
Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah Aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan Aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya." (Qs. Yusuf 12:86)
Mengadu kepada manusia justru sering kali membuat kita sakit hati karena manusia sudah terlalu banyak dengan berbagai masalah sendiri-sendiri ngak sempet lagi berpikir membantu kita. Rasulullah saw bersabda :  
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Siapa saja yang tertimpa kekurangan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka kekurangannya tidak akan tertutupi. Tetapi siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya rezeki (baik datangnya) segera ataupun lambat.” (Hr. Abu Daud dan Tirmidzi) 511
Ya Allah tanpaMu aku galau                      Ya Allah bersamaMu galau hilang !




kembali kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan doa (shalat), membaca Al-qu’an dan zikir ingat kepada Allah swt. Pada dasarnya semua yang kita hadapi di dunia ini adalah ujian dari Allah swt kesusahan, kesedihan, kesengsaraan yang kita hadapi bisa jadi adalah teguran dari Allah agar kita manusia ingat kepada Allah swt. Allah swt berfirman :
walaqad arsalnaa ilaa umamin min qablika fa-akhadz-naahum bilba’ saa-i wadhdharraa-i la'allahum yatadharra'uun
Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, Kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (Al-an’am : 6:42)
















allaahu nazzala ahsanal hadiitsi kitaaban mutasyaabihan matsaaniya taqsya 'irru minhu juluudul-ladziina yakhsyawna rabbahum tsumma taliinu juluuduhum waquluubuhum ilaadzikril laahi dzaalika hudaaallaahi yahdii bihi man yasyaau waman yudhlilil-laahu famaa lahu min haadin
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Qs. Az Zumar 39:23)
yaa baniyya idzhabuu fatahassasuu min yuusufa wa-akhiihi walaa tay-asuu min rawhil-laahi innahu laa yay-asu min rawhil-laahi illaa alqawmul  kaafiruun.
Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Qs. Yusuf 12:87)

Tujuan Allah memberikan ujian adalah untuk mengetahui yang berjihad (berjuang dijalan Allah) dan siapa yang sabar atas ujian Allah itu.
Walanabluwannakum hattaa na'lamal mujaahidiina minkum washshaabiriina wanabluwa akhbaarakum
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Muhammad : 31
Orang yang beriman hidupnya tidak akan resah, gelisah, hidup tanpa arah dan tujuan tetapi hidupnya pasti tenang dan tentram kalau dalam keluarga muslim namanya sakinah mawaddah warahmah, tenang, damai dalam kasih sayang Allah, di rahmati oleh Allah. Ada uang tak ada uang tetap tenang, ada pulsa takada pulsa  tidak akan galau.
Seandainya harus matipun akan dihadapinya dengan senyum karena surga balasan orang yang beriman.
INNALLADZIINA  AAMANUU  WA ‘AMILUSH SHOOLIHAATI  LAHUM  JANNAATUN  TAJRII MIN TAHTIHAL  ANHAARU  DZAALIKAL  FAUZUL  KABIIR.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (al Buruuj 85:11)





“Siapa saja diantara kita yang pada waktu pagi merasa aman rumah tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan semua kesempurnaannya.” (Hr. Tirmidzi)
“Sungguh beruntung orang Islam, rezekinya cukup, dan Allah memberikan kepuasan terhadap apa yang telah dikaruniakannya.” (Hr. Muslim) R hal 487
“Bahagialah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam, berkecukupan kehidupannya, dan ia merasa puas.” (Hr. Tirmidzi) R hal 487




Yang perlu kita lakukan adalah banyak berbuat baik beramal shaleh dan jangan sekutukan Allah.
“Qul innamaa  anaa, basya rum mits lukum yuu khaa ilayya anna maa ilaahukum ilaa huwaa hid, fa mankaana yarjuu liqaa’a rabbihi fal ya’mal amalan shoolihan, walaa yusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaknya ia mengerjakan amal, amal yang shaleh. Dan jangan ia menyekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf 18: 110)
Bekal kita menuju Allah swt :
1. Amal sholeh, perbuatan, perbuatan yang baik  hidup adalah perbuatan siapa menanam akan mengetam, siapa menanam akan menuai. Tanamlah yang baik insya allah kita akan mendapatkan yang baik:
2. Tidak menyekutukan Allah, menyamakan Allah dengan makhluknya. Laa ilaaha illallah, Yakinlah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah berfirman:
Abudullah bin Mas’ud ra., berkata: Rasulullah saw bersabda: Siapa yang mati dan ia mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk neraka. Dan aku berkata: Siapa yang mati tidak  mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga.(Bukhari Muslim)
Tanamlah kebaikan dilingkugan keluarga, masyarakat, dan tempat kerja kita, sehingga keberadaan kita sangat ditunggu dinantikan dan diharapkan oleh orang-orang disekeliling kita dan ketiadaan kita dirindu dan didoakan, sehingga siapapun yang mengenal kita akan menilai kita orang baik, kita dikenal dan dikenang dimata orang lain sebagai orang yang baik. Jika ada orang yang menyaksikan keberadaan kita baik, maka jika kita mati surga balasannya.Catatlah sejarah hidup kita sendiri dengan tinta emas, kita bukan bangsawan, presiden yang sejarah hidup kita dicatat oleh sejarawan. Tetapi kita juga punya sejarah hidup yang baik, perjuangan yang berat, kesusahan dan kebangkitan hidup yang bisa menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak hidup kita, jika bukan untuk orang lain minimal buat anak-anak dan cucu kita buat mereka bangga jadikan hidup kita teladan bagi mereka. Jadikan hidup kita berarti bagi mereka.Jalani sisa-sisa waktu hidup kita dengan kebaikan amal saleh sehingga ketika waktunya telah tiba kita meninggalkan catatan sejarah hidup yang mulia meskipun kita bukan pahlawan bangsa tetapi kita adalah pahlawan buat anak-anak dan cucu kita. Kebaikan kita teruji dan diakui.
Rasulullah saw bersabda Pujian untuk orang yang sudah meninggal :
Dari Anas ra,, ia berkata : Pada suatu ketika ada jenazah lewat, kemudia sahabat memuji atas kebaikan jenazah itu, maka nabi saw bersabda: “Wajib baginya.”Kemudian saat yang lain ada jenazah lewat, kemudia para sahabat menceritakan tentang kejelekan jenazah itu, maka nabi saw bersabda: “Wajib baginya.”Lantas Umar bin Khathab ra. Bertanya : “Apakah yang wajib baginya itu? Beliau menjawab: “terhadap orang yang kamu puji kebaikannya, maka wajib baginya surga, dan terhadap orang yang kamu katakan jahat, maka wajib baginya neraka. Kamu sekalian adalah merupakan saksi Allah yang ada di muka bumi ini.” (Hr. Bukhari ddan Muslim).
Dari Abdul Aswad, ia berkata, : “Saya datang ke Madinah dan duduk bersama Umar bin khathab ra,, kemudian ada jenazah lewat, saya memuji jenazah itu, maka Umar ra, berkata: “Wajib baginya.”Kemudian lewat lagi jenazah yang lain dan saya mengatakan kejelekan jenazah itu, maka Umar berkata: “Wajib baginya.”Kemudian lewat lagi jenazah yang ketiga kalinya dan saya mengatakan kejelekan jenazah itu, maka Umar berkata: wajib baginya.” Abul Aswad bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan wajib baginya wahai amirul mukminin?” Umar menjawab: “Saya berkata sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., yaitu setiap muslim yang disaksikan baik oleh empat orang maka Allah memasukkannya ke surga.” Kami bertanya: “(Apabila yang menyaksikan itu) tiga orang?” ia menjawab: Juga tiga orang.” Kami bertanya lagi”(Apabila yang menyaksikan itu) dua orang?” ia menjawab: Juga dua orang.” Kemudia saya tidak menanyakan tentang (Bagaimana) seandainya seorang saja.” (Hr. Bukhari). R . Hal 90-91

Amal Zikir harian mengusir galau
1.AmalkanWudhu meskipun tidak berniat shalat, niat wudhu saja.
“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti umatku akan di panggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu.Barang siapa yang mampu untuk memperlebar putihnya, maka kerjakan hal itu.
“Bacalah Qul Huwallaahu Ahad, serta Qul ‘a’uudzu birabbil Falaq dan Qul ‘a’uudzu birabbin nass tiga kali pagi dan sore  supaya terjaga dari segala kejahatan.
Dari Abdullah bin Khubaib ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepada saya: “Bacalah Qul Huwallaahu Ahad, serta Qul ‘a’uudzu birabbil Falaq dan Qul ‘a’uudzu birabbin nass tiga kali apabila kamu memasuki waktu sore dan memasuki waktu pagi, niscaya kamu akan terjaga dari segala kejahatan.” (Hr Abu Dawud dan Turmudzi) R hal 368.
Bacalah qul huwallaahu ahad jangan menganggap remeh
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, dia menceritakan: “Ada seseorang yang mendengar orang membaca, “Qul Huwallahu Ahad,“berulang-ulang. Ketika waktu pagi telah tiba, dia datng kepada Rasulullah saw dan menceritakan hal itu kepada beliau. Seakan-akan meremehkannya. Maka beliau berkata: “Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia (Qul Huwallahu Ahad) menyamai sepertiga Al-Qur’an.” (Hr Bukhari)
2.Bacalah:“La ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”.10 / 100x setiap hari. Dicatat 100 kebaikan, Diampuni 100 dosa dan jadi banteng dari godaan setan pagi hingga sore. 
Abu Hurairah ra berkata: siapa yang membaca: “La ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”. (Tiada Tuhan selain Allah yang Esa dan tidak bersekutu, bagiNya semua milik (kerajaan) dan bagiNya semua puji, dan Dia atas segala sesuatu Maha berkuasa), seratus kali (100x) setiap hari maka untuknya pahala yang menyamai memerdekakan sepuluhh budak, dan dicatat untuknya seratus seratus kebaikan, dan dihapusnya seratus dosa, dan menjadi benteng perlindungan untuknya dari bahaya setan pada hari itu hingga sore, dan tiada seorang yang beramal lebih afdhal (utama) daripadanya pada hari itu, kecuali yang membaca lebih banyak dari itu. (Bukhari, Muslim). Hal 960
Abu Ayyub Al-Anshari ra.,ia berkata: Nabi saw bersabda: siapa yang membaca : “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”, sepuluh kali (10x) maka ia bagaikan orang yang memerdekakan sepuluh budak dari turunan nabi Ismail as. (Bukhari, Muslim). Hal 961
3.Bacalah “Subhanallah wabihamdihi”100x sehari. Kalimat yang paling disukai Allah jika kit abaca 100x sehari maka dosa kita akan dihapus meskipun sebanyak buih dilautan.
Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: siapa yang membaca “Subhanallah wabihamdihi” (Maha suci Allah dan segala puji baginya) dalam sehari seratus kali (100x), maka akan dihapus dosanya meskipun sebanyak buih dilaut. (Bukhari, Muslim). Hal 961
Dari Abu dzarr ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepada saya: “Maukah kamu aku beri tahu kalimat yang paling disukai oleh Allah? Sesungguhnya kalimat yang paling di sukai oleh Allah adalah: “Subhanallahi Wabihamdihi.”(Hr. Muslim) riyadhus shalihin 335
4. bacalah“Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi”ringan dilidah berat pada timbangan.
Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: Dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah, tetapi sangat berat di timbangan amal, bahkan sangat disukai oleh Allah (Arrahman), yaitu: “Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi”. (Bukhari, Muslim). Hal 961
5. bacalah“Laa haula wala quwwata illa billahi”kalimat perbendaharaan surga
Abu Musa berkata: Dan aku berada dibelakang kendaraan Nabi saw, lalu ia mendengar suaraku membaca : Laa haula wala quwwata illabillah, maka Nabi saw. bersabda kepaddaku: Hai Abdullah bin Qais. Jawabku: Labbaika ya Rasulullah, lalu bersabda: Sukakah aku tunjukkan kepadamu satu kalimat dari perbendaharaan surga? Jawabku: Baiklah ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.,“Laa haula wala quwwata illa billahi” (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali  dengan pertolongan bantuan Allah semata). (Bukhari, Muslim).














26.  Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu Kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
idz yuuhii rabbuka ilaaalmalaa-ikati annii ma'akum fatsabbituu alladziina aamanuu saulqii fii quluubi alladziina kafaruu alrru'ba faidhribuu fawqa al-a'naaqi waidhribuu minhum kulla banaanin
8:12.  (ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang Telah beriman". kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[599].
PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku. 89: 27-30 (Qs. Al Fajr 89: 27-30)
Dari Abu Malik Al- Asy’ariy ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Bersuci adalah sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi amal, dan Subhanallah Wal Hamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (Hr Muslim) 335

Dari Saat bin Abi Waqqash ra., ia berkata: ada seorang badui yang datang kepada Rasulullah saw dan berkata: “Ajarkanlah kepada saya suatu kalimat yang harus saya baca.”Beliau bersabda: “Bacalah: Laailaaha Illallahu......................

Minggu, 13 Oktober 2013

KEMBALI KEPADA ALLAH SWT

KEMBALI KEPADA ALLAH SWT
 assalamualaikum wr. wb.
           aduh maafkan ustad, kemarin ustad tidak sempat ceramah nah kali ini ustad akan menyempatkan ceramah di ceramah uju ( tempat berceramah ). kali ini ustad akan menceramahkan yang berjudul kembali kepada allah swt, dari pada ngomong yang aneh-aneh mendingan baca ceramah di ceramah uju. Oke kita mulai dengan membaca basmalah ( bismillahirrahmanirrahim )
Dimasa yang serba susah sekarang ini. Di mana krisis melanda dunia banyaknya PHK dan pengangguran. Manusia menjadi goyah keyakinannya. Banyak di antara kita manusia yang tidak lagi percaya kepada tutuntunan agama, tidak lagi percya kepada Allah dan rasulnya, kalaupun ada sangat tipis sekali, sehingga belum mampu menjadi pendorong untuk berbuat amal kebaikan, belum mampu menggerakkan hati  untuk mewujudkan kebaikan dalam perbuatan. Manusia akhir akhir ini lebih percaya kepada pablik figure/ artis, lebih percaya kepada dukun ataupun paranormal begitu hebatnya dukun dan para normal itu sehingga ia tahu nasib baik/buruk, masa depan, karir seseorang, “anda tidak cocok menjadi buruh bangunan tetapi anda lebih cocok menjadi pedagang “ 
Nabi Muhammad sendiri manusia yang paling dekat dengan Allah swt. Tidak mengetahui hal-hal yang ghoib sebagai mana Allah berfirman :
katakanlah,”Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang di kehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghoib, tentulah aku mebuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan di timpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Al-A’raf : 188).

Katakanlah, “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan di bangkitkan. (Qs. An-naml : 65).
Ada juga suatu kaum yang mengajak do’a bersama katanya, mampu mengobati yang lumpuh bisa berjalan, yang tuli bisa mendengar, yang buta bisa melihat



Manusia sekarang lebih percaya pada bacaan mantra dari pada bacaan do’a-do’a yang di ajarkan oleh Allah dan rasulnya
Ini adalah merupakan upaya-upaya pendangkalan aqidah bagi umat islam.
Sehingga bagi kaum muslim hendaknya lebih percaya kepada Allah dan ajaran Rosulullah. Jangan mencari pelindung-pelindung selain Allah karena mencari pelindung-pelindung kepada selain Allah adalah merupakan tempat yang paling rapuh untuk berlindung, sebagaimana Allah berfirman.
Perumpamaan orang –orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling rapuh adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. ( Qs. Al-Ankabut 29-41)
Sarang laba-laba adalah tempat perlindungan yang paling rapuh. Demikian Allah memberi sebuah perumpamaan agar manusia berfikir.
Jika demikian Akankah kita meminta perlindungan kepada selain Allah ? tentu tidak.
Memang boleh saja seseorang meminta bantuan kepada selain Allah, tetapi ia harus menyadari bahwa, pada hakekatnya pihak yang di mintai bantuan /perlindungan itu hanyalah sebagai sebab atau sarana yang diciptakan Allah untuk membantu/melindunginya. Dalam konteks ini Ibnu Abbas menceritakan :
“Suatu ketika aku berajalan di belakang nabi saw. Lalu beliau berkata kepadaku “Peliharalah tuntunan Allah niscaya Allah akan memeliharamu, peliharalah tuntunan Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya selalu di hadapanmu, apabila engkau bermohon, mohonlah kepada Allah, apabila engkau meminta bantuan mintalah bantuan kepada Allah, ketahuilah “Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak



akan mampu memberikannya kepadamu kecuali sekedar apa yang telah di tetapkan Allah bagimu, dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan kepadamu suatu bahaya, mereka tidak akan mampu menimpakannya kepadamu kecuali apa yang telah di tetapkan  Allah kepadamu.  Pena telah di angkat dan lembaran telah kering. ( Hr. Tirmidzi ).

Bani Israil berkata, “Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala).” Sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala).” Musa menjawab, “Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak megetahui (sifat-sifat Tuhan).” (Qs. Al-A’raf : 138)
Musa menjawab,”Patutkah aku mencari tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dia-lah yang melebihkan kamu atas segala umat. (Qs. Al-A’raf : 140)
Allah swt. Menggambarkan ketidak mampuan, kelemahan makhluk yang di jadikan sembahan-sembahan mereka.
“Hai manusia telah di buat perumpamaan maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu, sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu, amat lemah yang menyembah dan amat lemah pulalah yang di sembah, amat lemah yang merampas (lalat) dan amat lemah pulalah yang merebut (manusia) (Qs- Al-Hajj 22:73)
Sungguh manusia adalah orang-orang yang butuh kepada Allah. dan Allah tidak butuh kita manusia.
Sebagaimana Firmannya:
“Wahai seluruh manusia, kamu adalah orang-orang yang butuh kepada Allah dan Allah adalah Maha kaya (tidak butuh), lagi maha terpuji (Qs. Al-Fatir : 15)



namun dengan berbagai kemegahan manusia menyombongkan diri terhadap Allah, padahal Dia yang melindungi manusia di tempat tidurnya.
Telah terjadi berita besar antara Allah, jin, dan manusia bahwa Allah yang menciptakan, namun selain Allah yang di sembah.
Allahlah yang memberi rizki, namun selainnya yang di syukuri.
Kebaikan Allah senantiasa turun kepada manusia, tetapi kejahatan balasan yang di berikan.
Allah mencintai manusia dengan memberikan nkmat-nikmatnya padahal Dia tidak membutuhkan manusia, tetapi manusia memancing kemurkaan Allah dengan berbagai kemaksiatan-padahal manusia yang paling butuh kepada Allah.
Sungguh aneh kita megetahui sesuatu, tetapi  tidak mencintainya. Kita mendengar seruan-Nya, namun tidak segera menyambutnya.
Kita mengetahui betapa besar keuntungan bila akrab dengan-Nya, tetapi kita tidak melakukannya.
Suatu hal yang aneh, kita mengetahui bahaya dendam, namun kita melampiaskannya, tidak mengendalikannya, kita merasakan pedihnya, kepersangan jiwa karena maksiat, namun kita tidak mencari ketenangan dengan mentaatin-Nya.
Kita merasa sempit dada saat bibir basah dengan menyebut-nyebut makhluk, tetapi kita tidak segera bergegas menyebut, mengingat Allah dan bermunajat kepada-Nya agar dada kita kembali lega.
Kita merasa tersiksa kala hati tertambat dengan persoalan dunia,  namun tidak mau meninggalkannya dan kembali kepada Allah.
Dan yang lebih aneh lagi dari semua itu adalah kita mengetahui bahwa kita sangat membutuhkan Allah, tetapi kita justru berpaling dan menjauh dari-Nya.




Allah tetap Tuhan, tetap Raja, Tetap berkuasa sekalipun seluruh manusia tidak menyembahnya. Kekuasaannya tidak di pengaruhi oleh dukungan manusia. Berbeda jauh dengan kekuasaan manusia sangat membutuhkan dukungan manusia, makanya ketika manusia ingin bekuasa ingin duduk sebagai anggota dewan ataupun sebagai penguasa pemerintahan harus berusaha keras mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

Kini saatnya kita kembali kepada Allah
Katakanlah,”Jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyanyang.
Katakanlah,”Taatilah Allah dan rasulnya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.
(Qs.Al-Imran : 31-32)

Yakinlah bahwa tiddak ada Tuhan selain Allah
Laqad kafarallziina qaaluu innaallaaha huwal masiihub-nu
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putra maryam”. (Qs. Al-Maidah : 17)

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha suci Allah yang Mempunyai Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan. (Qs. Al-Anbiya’ : 22)


Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang di ciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.




(Qs. Al-Mukminun:91)
semoga ceramah saya mudah di pahami dan semoga kalian yang membaca selalu membaca tentang islam kalau gak ada buku tentang islam bacalah di ceramah uju.
wassalamualaikum wr. wb.

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).