Senin, 28 Oktober 2013

Filled Under:

Galau

Galau
Penyebab hati galau, resah, gelisah. Diantaranya adalah :
1-ekonomi (kemiskinan),  akibatnya banyak hutang, (hidup sederhana) 2 banyak berbuat dosa, (taubat) 3 sakit menahun (khusnudzan, semoga sakit menjadi penghapus dosa) 4 tidak menerima takdir Allah swt misalnya tidak cepat dapat jodoh (khuznudzan, pemberian Allah yang terbaik untuk kita) 5. jauh dari ajaran agama,. (kembali kepada Allah belajarlah agama) Di antara beberapa penyebab keresahan tersebut yang paling berpengaruh adalah jauh dari tutunan ajaran agama. Jika agama seseorang kuat maka ia akan mampu menghadapi semua permasalahan yang ia hadapi.
Alladziina aamanuu watathma-innu quluubuhum bidzikrillaahi alaa bidzikri allaahi tathma-innul  quluub.
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Qs. Ar Ra’ad 13:28)
-Ingat kepada Allah dengan : berdoa (shalat), berdzikir ingat kepada Allah, Membaca Al-qur’an.  Keuntungan orang yang berdoa : -hidup penuh keyakinan (optimis), hati menjadi tentram, hidup penuh harapan.  Allaahush shamad Allah adalah tempat bergantung atas segala sesuatu.
Jika kita susah, sedih, gundah dan galau mengadulah kepada Allah swt. yang dapat mengatasi kesusahan kita. Allah swt berfirman :
qaala innamaa asykuu batstsii wahuznii ilaaallaahi wa-aqlamu minallaahi maa laa ta'lamuun
Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah Aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan Aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya." (Qs. Yusuf 12:86)
Mengadu kepada manusia justru sering kali membuat kita sakit hati karena manusia sudah terlalu banyak dengan berbagai masalah sendiri-sendiri ngak sempet lagi berpikir membantu kita. Rasulullah saw bersabda :  
Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Siapa saja yang tertimpa kekurangan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka kekurangannya tidak akan tertutupi. Tetapi siapa saja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya rezeki (baik datangnya) segera ataupun lambat.” (Hr. Abu Daud dan Tirmidzi) 511
Ya Allah tanpaMu aku galau                      Ya Allah bersamaMu galau hilang !




kembali kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan doa (shalat), membaca Al-qu’an dan zikir ingat kepada Allah swt. Pada dasarnya semua yang kita hadapi di dunia ini adalah ujian dari Allah swt kesusahan, kesedihan, kesengsaraan yang kita hadapi bisa jadi adalah teguran dari Allah agar kita manusia ingat kepada Allah swt. Allah swt berfirman :
walaqad arsalnaa ilaa umamin min qablika fa-akhadz-naahum bilba’ saa-i wadhdharraa-i la'allahum yatadharra'uun
Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, Kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (Al-an’am : 6:42)
















allaahu nazzala ahsanal hadiitsi kitaaban mutasyaabihan matsaaniya taqsya 'irru minhu juluudul-ladziina yakhsyawna rabbahum tsumma taliinu juluuduhum waquluubuhum ilaadzikril laahi dzaalika hudaaallaahi yahdii bihi man yasyaau waman yudhlilil-laahu famaa lahu min haadin
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Qs. Az Zumar 39:23)
yaa baniyya idzhabuu fatahassasuu min yuusufa wa-akhiihi walaa tay-asuu min rawhil-laahi innahu laa yay-asu min rawhil-laahi illaa alqawmul  kaafiruun.
Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Qs. Yusuf 12:87)

Tujuan Allah memberikan ujian adalah untuk mengetahui yang berjihad (berjuang dijalan Allah) dan siapa yang sabar atas ujian Allah itu.
Walanabluwannakum hattaa na'lamal mujaahidiina minkum washshaabiriina wanabluwa akhbaarakum
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Muhammad : 31
Orang yang beriman hidupnya tidak akan resah, gelisah, hidup tanpa arah dan tujuan tetapi hidupnya pasti tenang dan tentram kalau dalam keluarga muslim namanya sakinah mawaddah warahmah, tenang, damai dalam kasih sayang Allah, di rahmati oleh Allah. Ada uang tak ada uang tetap tenang, ada pulsa takada pulsa  tidak akan galau.
Seandainya harus matipun akan dihadapinya dengan senyum karena surga balasan orang yang beriman.
INNALLADZIINA  AAMANUU  WA ‘AMILUSH SHOOLIHAATI  LAHUM  JANNAATUN  TAJRII MIN TAHTIHAL  ANHAARU  DZAALIKAL  FAUZUL  KABIIR.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (al Buruuj 85:11)





“Siapa saja diantara kita yang pada waktu pagi merasa aman rumah tangganya, sehat badannya, dan mempunyai persediaan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah ia telah mendapatkan kebahagiaan dunia dengan semua kesempurnaannya.” (Hr. Tirmidzi)
“Sungguh beruntung orang Islam, rezekinya cukup, dan Allah memberikan kepuasan terhadap apa yang telah dikaruniakannya.” (Hr. Muslim) R hal 487
“Bahagialah orang yang mendapat petunjuk masuk Islam, berkecukupan kehidupannya, dan ia merasa puas.” (Hr. Tirmidzi) R hal 487




Yang perlu kita lakukan adalah banyak berbuat baik beramal shaleh dan jangan sekutukan Allah.
“Qul innamaa  anaa, basya rum mits lukum yuu khaa ilayya anna maa ilaahukum ilaa huwaa hid, fa mankaana yarjuu liqaa’a rabbihi fal ya’mal amalan shoolihan, walaa yusrik bi ‘ibaadati rabbihii ahadan”.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, maka hendaknya ia mengerjakan amal, amal yang shaleh. Dan jangan ia menyekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhan-nya. (QS. AL-Kahf 18: 110)
Bekal kita menuju Allah swt :
1. Amal sholeh, perbuatan, perbuatan yang baik  hidup adalah perbuatan siapa menanam akan mengetam, siapa menanam akan menuai. Tanamlah yang baik insya allah kita akan mendapatkan yang baik:
2. Tidak menyekutukan Allah, menyamakan Allah dengan makhluknya. Laa ilaaha illallah, Yakinlah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah berfirman:
Abudullah bin Mas’ud ra., berkata: Rasulullah saw bersabda: Siapa yang mati dan ia mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk neraka. Dan aku berkata: Siapa yang mati tidak  mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga.(Bukhari Muslim)
Tanamlah kebaikan dilingkugan keluarga, masyarakat, dan tempat kerja kita, sehingga keberadaan kita sangat ditunggu dinantikan dan diharapkan oleh orang-orang disekeliling kita dan ketiadaan kita dirindu dan didoakan, sehingga siapapun yang mengenal kita akan menilai kita orang baik, kita dikenal dan dikenang dimata orang lain sebagai orang yang baik. Jika ada orang yang menyaksikan keberadaan kita baik, maka jika kita mati surga balasannya.Catatlah sejarah hidup kita sendiri dengan tinta emas, kita bukan bangsawan, presiden yang sejarah hidup kita dicatat oleh sejarawan. Tetapi kita juga punya sejarah hidup yang baik, perjuangan yang berat, kesusahan dan kebangkitan hidup yang bisa menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak hidup kita, jika bukan untuk orang lain minimal buat anak-anak dan cucu kita buat mereka bangga jadikan hidup kita teladan bagi mereka. Jadikan hidup kita berarti bagi mereka.Jalani sisa-sisa waktu hidup kita dengan kebaikan amal saleh sehingga ketika waktunya telah tiba kita meninggalkan catatan sejarah hidup yang mulia meskipun kita bukan pahlawan bangsa tetapi kita adalah pahlawan buat anak-anak dan cucu kita. Kebaikan kita teruji dan diakui.
Rasulullah saw bersabda Pujian untuk orang yang sudah meninggal :
Dari Anas ra,, ia berkata : Pada suatu ketika ada jenazah lewat, kemudia sahabat memuji atas kebaikan jenazah itu, maka nabi saw bersabda: “Wajib baginya.”Kemudian saat yang lain ada jenazah lewat, kemudia para sahabat menceritakan tentang kejelekan jenazah itu, maka nabi saw bersabda: “Wajib baginya.”Lantas Umar bin Khathab ra. Bertanya : “Apakah yang wajib baginya itu? Beliau menjawab: “terhadap orang yang kamu puji kebaikannya, maka wajib baginya surga, dan terhadap orang yang kamu katakan jahat, maka wajib baginya neraka. Kamu sekalian adalah merupakan saksi Allah yang ada di muka bumi ini.” (Hr. Bukhari ddan Muslim).
Dari Abdul Aswad, ia berkata, : “Saya datang ke Madinah dan duduk bersama Umar bin khathab ra,, kemudian ada jenazah lewat, saya memuji jenazah itu, maka Umar ra, berkata: “Wajib baginya.”Kemudian lewat lagi jenazah yang lain dan saya mengatakan kejelekan jenazah itu, maka Umar berkata: “Wajib baginya.”Kemudian lewat lagi jenazah yang ketiga kalinya dan saya mengatakan kejelekan jenazah itu, maka Umar berkata: wajib baginya.” Abul Aswad bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan wajib baginya wahai amirul mukminin?” Umar menjawab: “Saya berkata sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., yaitu setiap muslim yang disaksikan baik oleh empat orang maka Allah memasukkannya ke surga.” Kami bertanya: “(Apabila yang menyaksikan itu) tiga orang?” ia menjawab: Juga tiga orang.” Kami bertanya lagi”(Apabila yang menyaksikan itu) dua orang?” ia menjawab: Juga dua orang.” Kemudia saya tidak menanyakan tentang (Bagaimana) seandainya seorang saja.” (Hr. Bukhari). R . Hal 90-91

Amal Zikir harian mengusir galau
1.AmalkanWudhu meskipun tidak berniat shalat, niat wudhu saja.
“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti umatku akan di panggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu.Barang siapa yang mampu untuk memperlebar putihnya, maka kerjakan hal itu.
“Bacalah Qul Huwallaahu Ahad, serta Qul ‘a’uudzu birabbil Falaq dan Qul ‘a’uudzu birabbin nass tiga kali pagi dan sore  supaya terjaga dari segala kejahatan.
Dari Abdullah bin Khubaib ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepada saya: “Bacalah Qul Huwallaahu Ahad, serta Qul ‘a’uudzu birabbil Falaq dan Qul ‘a’uudzu birabbin nass tiga kali apabila kamu memasuki waktu sore dan memasuki waktu pagi, niscaya kamu akan terjaga dari segala kejahatan.” (Hr Abu Dawud dan Turmudzi) R hal 368.
Bacalah qul huwallaahu ahad jangan menganggap remeh
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, dia menceritakan: “Ada seseorang yang mendengar orang membaca, “Qul Huwallahu Ahad,“berulang-ulang. Ketika waktu pagi telah tiba, dia datng kepada Rasulullah saw dan menceritakan hal itu kepada beliau. Seakan-akan meremehkannya. Maka beliau berkata: “Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ia (Qul Huwallahu Ahad) menyamai sepertiga Al-Qur’an.” (Hr Bukhari)
2.Bacalah:“La ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”.10 / 100x setiap hari. Dicatat 100 kebaikan, Diampuni 100 dosa dan jadi banteng dari godaan setan pagi hingga sore. 
Abu Hurairah ra berkata: siapa yang membaca: “La ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”. (Tiada Tuhan selain Allah yang Esa dan tidak bersekutu, bagiNya semua milik (kerajaan) dan bagiNya semua puji, dan Dia atas segala sesuatu Maha berkuasa), seratus kali (100x) setiap hari maka untuknya pahala yang menyamai memerdekakan sepuluhh budak, dan dicatat untuknya seratus seratus kebaikan, dan dihapusnya seratus dosa, dan menjadi benteng perlindungan untuknya dari bahaya setan pada hari itu hingga sore, dan tiada seorang yang beramal lebih afdhal (utama) daripadanya pada hari itu, kecuali yang membaca lebih banyak dari itu. (Bukhari, Muslim). Hal 960
Abu Ayyub Al-Anshari ra.,ia berkata: Nabi saw bersabda: siapa yang membaca : “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli syai’in qadir”, sepuluh kali (10x) maka ia bagaikan orang yang memerdekakan sepuluh budak dari turunan nabi Ismail as. (Bukhari, Muslim). Hal 961
3.Bacalah “Subhanallah wabihamdihi”100x sehari. Kalimat yang paling disukai Allah jika kit abaca 100x sehari maka dosa kita akan dihapus meskipun sebanyak buih dilautan.
Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: siapa yang membaca “Subhanallah wabihamdihi” (Maha suci Allah dan segala puji baginya) dalam sehari seratus kali (100x), maka akan dihapus dosanya meskipun sebanyak buih dilaut. (Bukhari, Muslim). Hal 961
Dari Abu dzarr ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepada saya: “Maukah kamu aku beri tahu kalimat yang paling disukai oleh Allah? Sesungguhnya kalimat yang paling di sukai oleh Allah adalah: “Subhanallahi Wabihamdihi.”(Hr. Muslim) riyadhus shalihin 335
4. bacalah“Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi”ringan dilidah berat pada timbangan.
Abu Hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: Dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah, tetapi sangat berat di timbangan amal, bahkan sangat disukai oleh Allah (Arrahman), yaitu: “Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi”. (Bukhari, Muslim). Hal 961
5. bacalah“Laa haula wala quwwata illa billahi”kalimat perbendaharaan surga
Abu Musa berkata: Dan aku berada dibelakang kendaraan Nabi saw, lalu ia mendengar suaraku membaca : Laa haula wala quwwata illabillah, maka Nabi saw. bersabda kepaddaku: Hai Abdullah bin Qais. Jawabku: Labbaika ya Rasulullah, lalu bersabda: Sukakah aku tunjukkan kepadamu satu kalimat dari perbendaharaan surga? Jawabku: Baiklah ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.,“Laa haula wala quwwata illa billahi” (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali  dengan pertolongan bantuan Allah semata). (Bukhari, Muslim).














26.  Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu Kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
idz yuuhii rabbuka ilaaalmalaa-ikati annii ma'akum fatsabbituu alladziina aamanuu saulqii fii quluubi alladziina kafaruu alrru'ba faidhribuu fawqa al-a'naaqi waidhribuu minhum kulla banaanin
8:12.  (ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang Telah beriman". kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[599].
PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku. 89: 27-30 (Qs. Al Fajr 89: 27-30)
Dari Abu Malik Al- Asy’ariy ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Bersuci adalah sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi amal, dan Subhanallah Wal Hamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (Hr Muslim) 335

Dari Saat bin Abi Waqqash ra., ia berkata: ada seorang badui yang datang kepada Rasulullah saw dan berkata: “Ajarkanlah kepada saya suatu kalimat yang harus saya baca.”Beliau bersabda: “Bacalah: Laailaaha Illallahu......................

0 komentar:

Translate

Copyright @ 2013 CERAMAH UJU ( USTAD JUMADI ).